DIGITAL LIBRARY



JUDUL:KERAGAMAN SERANGGA HAMA DAN PREDATOR PADA PERTANAMAN VEGETATIF KEDELAI (Glycine max L. Merrill) DENGAN KERAPATAN TANAMAN YANG BERBEDA
PENGARANG:RINITA WULANDARI
PENERBIT:FAKULTAS PERTANIAN
TANGGAL:2018-02-22


RINITA WULANDARI. Keragaman Serangga Hama Dan Predator Pada
Pertanaman Vegetatif Kedelai (Glycine max L. Merrill) Dengan Kerapatan Tanaman
Yang Berbeda, dibimbing oleh Ibu Ir. Hj. Helda Orbani Rosa, MP dan Bapak Ir.
Antar Sofyan, MP.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis serangga hama dan predator
pada pertanaman vegetatif kedelai dengan kerapatan tanaman yang berbeda dan
untuk mengetahui pengaruh kerapatan tanaman yang berbeda terhadap keragaman
serangga hama dan predator pada pertumbuhan vegetatif tanaman kedelai.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober sampai Desember 2017 di
Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan dan pengamatan di
Laboratorium Entomologi Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas
Pertanian Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru.
Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok
(RAK) satu faktor dengan 5 macam perlakuan perbedaan jarak tanam dan masingmasing
perlakuan terdiri dari lima ulangan, sehingga berjumlah 25 satuan
percobaan. Adapun 5 perlakuan yang digunakan yaitu: A dengan Jarak tanam
20 cm x 20 cm, B dengan Jarak tanam 20 cm x 30 cm, C dengan Jarak tanam
20 cm x 40 cm, D dengan Jarak tanam 20 cm x 50 cm, E dengan Jarak tanam 20
cm x 60 cm. Luas petakan dengan ukuran 2x2 m2 sebanyak 25 petak dengan jarak
antar petak 1 m. Perangkap yang digunakan pada penelitian ini ada 2 macam
yaitu pitfall trap dan jaring ayun.
Pengaturan Jarak tanam yang berbeda memberikan pengaruh yang berbeda
nyata terhadap serangga hama. Terlihat pada perlakuan E dengan jarak tanam
20 x 60 cm berbeda nyata terhadap perlakuan A, B, C dan D. Hal ini dapat dilihat
pada perlakuan E dengan jarak tanam yang lebih renggang dengan hasil
serangga hama paling sedikit yaitu 78 serangga hama saja berbeda nyata terhadap
perlakuan A dengan jarak tanam paling rapat dengan hasil serangga hama paling
banyak yaitu 144 serangga hama namun perlakuan tidak memberikan pengaruh
nyata terhadap predator.
Terdapat 11 jenis serangga hama yaitu, Tettigidea lateralis,
Atractomoprha crenulata, Lygus lineoris, Dasychira inclusa, Phoebis philea,
Agraulis vanilla, Lamprosema indicate F, Chrysodeixis chalcites, Spodoptera
litura F, Leptocorisa acuta, Julus virgatus.
Terdapat 8 jenis predator yaitu, Lycosa pseudoannulata, Selepnosis
geminate, Sclopendra morsitans, Methioche vittaticoliis, Paederus fuscipes
cortis, Miracpis sp, Chlorogomphus magnificus, Platycheirus peltatus.
Indeks keanekaragaman hama (H’) yang tertinggi yaitu 0,590 pada
perlakuan E dengan jarak tanam 20x60 cm didukung dengan indeks kekayaan
jenis (R) yang tinggi yaitu 2, 295 dengan indeks dominasi (C) yang hampir sama
dengan perlakuan lainya yaitu 0,217 dan indeks kemerataan yang tinggi yaitu
0,246.Indeks keanekaragaman predator (H’) yang tertinggi yaitu 0, 550 pada
perlakuan E dengan jarak tanam 20x60 cm didukung dengan indeks kekayaan
jenis (R) yang tinggi yaitu 1,399 dengan indeks dominasi (C) yang rendah yaitu
0,500 dan indeks kemerataan yang tinggi yaitu 0,264.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI