DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | ANALISIS TEKNOEKONOMI PENDIRIAN INDUSTRI KECIL MINUMAN TEMULAWAK DI KOTA MARTAPURA KALIMANTAN SELATAN | |
| PENGARANG | : | M. RONI ARI SANDI | |
| PENERBIT | : | FAKULTAS PERTANIAN | |
| TANGGAL | : | 2018-02-22 |
Kalimantan Selatan, khusus nya Kabupaten Banjar merupakan penghasil
komoditi temulawak terbesar di Kalimantan Selatan, yaitu sebesar 280.268 kg pada
tahun 2015 (BPS, 2015). Minuman temulawak adalah minuman yang terbuat dari
rimpang umbi temulawak, berasa manis dan agak kelat. Sepintas mirip jamu, tapi
jauh lebih encer. Minuman ini sudah banyak dijual dalam bentuk jadi (botolan dan
bungkusan), di daerah Martapura, Kalimantan Selatan.
Hasil olahan temulawak diasosiasikan sebagai jamu yang mempunyai rasa
pahit dan bau yang tidak sedap. Menurut Safitri (2017) bahwa penambahan
konsentrasi larutan gula sebanyak 12% pada bahan baku temulawak 10% dapat
mengurangi rasa pahit dan pedas pada minuman temulawak. Sehingga di dapatkan
minuman temulawak yang mempunyai rasa yang enak.
Dalam penelitian ini dilakukan inovasi terhadap teknis dan teknologi serta
menganalisis kelayakan usaha minuman temulawak. Dari hasil wawancara
lapangan menunjukkan bahwa kapasitas produksi yang ideal untuk produksi
minuman temulawak adalah 117.300 ton minuman temulawak /tahun. Adapun luas
area yang dibutuhkan untuk proses produksi yaitu seluas 74 m2. Modal investasi
tetap yang dibutuhkan sebesar Rp171.490.000,00. Modal investasi ini ditetapkan
100% sebagai modal pinjaman.
iv
Harga penjualan minuman temulawak pada kapasitas produksi 117 L/hari
adalah Rp4.500,00 /botol, pada kapasitas produksi 195 L/hari dengan harga
Rp3.500,00 /botol dan Rp3.500,00 pada kapasitas 274 L/hari. Analisis finansial
menunjukkan bahwa nilai NPV pada rentan harga tersebut memperoleh nilai positif
sehingga industri layak untuk didirikan.
Hasil perhitungan Kriteria investasi pada setiap kapasitas produksi
menujukan industri layak didirikan adapun hasil perhitungan kriteria investasi
yaitu kapasitas 117 L/hari adalah NPV sebesar Rp224.376.074,00 IRR sebesar
76,18%, PBP sebesar 0,5 tahun, BEP sebesar Rp235. 956.227,00 dan Net B/c
sebesar 1,3. Perhitungan kriteria investasi pada kapasitas 195 L/hari adalah NPV
sebesar 162.396.142, IRR sebesar 35,19 %, PBP 0,5 tahun, BEP sebesar
Rp284,172,635 dan Net B/C sebesar 1,5 sedangakan pada kapasitas 274 L/hari
didapatkan NPV Rp.282.533.143,00, IRR 35,56% PBP 0,5 tahun, BEP
Rp317.910.384,00 dan Net B/C 2,7.
| NO | DOWNLOAD LINK |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI