DIGITAL LIBRARY



JUDUL:ANALISIS SISTEM DISTRIBUSI KOMODITAS PADI DI KECAMATAN ASTAMBUL KABUPATEN BANJAR
PENGARANG:SITI NAIMAH
PENERBIT:FAKULTAS PERTANIAN
TANGGAL:2018-02-26


SITI NAIMAH. Analisis Sistem Distribusi Komoditas Padi di Kecamatan
Astambul Kabupaten Banjar, dibimbing oleh Hj. Mariani dan
H. Muhammad Husaini.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem distribusi komoditas padi
dan sistem pemasaran padi di Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar. Penelitian
ini dilaksanakan dari bulan Maret sampai September 2017 di Kecamatan
Astambul Kabupaten Banjar. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan
sekunder. Dipilih 3 Desa yaitu Desa Pasar Jati, Desa Sungai Alat dan Desa
Kaliukan dari 22 desa secara sengaja (Purposive) dengan alasan 3 desa tersebut
yang paling banyak memproduksi padi dibandingkan dengan desa yang lain
di Kecamatan Astambul. Selanjutnya penentuan sampel diambil dengan cara
metode acak berimbang (Proportionate Random Sampling), yaitu sebanyak 30
petani dari jumlah populasi sebesar 563 yang tersebar kedalam 3 desa tersebut.
Untuk penentuan sampel pedagang dengan menelusuri semua pedagang yang
terlibat dalam pendistribusian dan proses pemasaran, hingga kekonsumen akhir
dengan menggunakan metode Snowball Sampling.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem distribusi padi terdiri dari dua
saluran yaitu saluran I (petani-pedagang tengkulak-pedagang besar-pedagang
pengecer-konsumen) dan saluran II (petani-pedagang tengkulak-pedagang
pengecer-konsumen).
Sistem pemasaran padi yang terbaik melalui saluran II dengan biaya
sebesar Rp 582,77/kg, margin pada sebesar Rp 3500/kg, keuntungan sebesar
Rp 2917,23/kg, Share petani sebesar 63,16%, dan distribusi yang paling efisien
jika dibandingkan dengan saluran I.
Hasil dari penelitian ini disarankan para petani diharapkan untuk lebih
aktif dalam mengikuti ataupun mengetahui informasi mengenai perkembangan
harga pasar dan lebih baik menjual sendiri hasil produksinya ke pasar agar
memperoleh keuntungan yang lebih besar, tetapi tujuan pasar tidak hanya tertuju
pada satu tujuan pasar saja (diversifikasi pasar) dan harus ada peningkatan
pengetahuan dan keterampilan fungsi-fungsi pemasaran. Sebaiknya petani dalam
memasarkan hasil usahataninya memakai saluran pemasaran II karena
merupakan saluran yang lebih efisien dibandingkan saluran pemasaran I.
Pemerintah diharapkan mampu menyediakan informasi pasar seperti pemetaan
tujuan pasar tentang Supply dan harga di berbagai daerah untuk mengetahui
peluang pasar yang ada. Diharapkan pula adanya dukungan dalamhal peningkatan
pengetahuan dan keterampilan dengan pelatihan mengenai inovasi fungsi-fungsi
pemasaran, sertamemberikan peningkatan modal bagi petani.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI