DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | HUBUNGAN KETERBUKAAN DIRI DENGAN RESILIENSI PADA NARAPIDANA WANITA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN PEREMPUAN KLAS IIA MARTAPURA | |
| PENGARANG | : | MONALISA KELIAT | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2021-12-31 |
Keterbukaan adalah kemampuan yang penting untuk dimiliki individu dalam upaya menjalin hubungan atau komunikasi dengan individu lainnya, tidak terkecuali pada narapidana wanita yang masih menjalani masa pembinaan di lembaga pemasyarakatan perempuan klas IIA Martapura. Kebebasan sebagai individu tidak dapat dirasakan lagi oleh narapidana wanita selama masa pembinaan karena keterbatasan ruang sosialisasi yang tersedia. Keterbatasan tersebut tetap harus diatasi dengan kemampuan beradaptasi yang disebut dengan resiliensi. Sampel dalam penelitian ini adalah 40 narapidana wanita di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Klas IIA Martapura dari 384 populasi yang tersedia. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple purposive sampling yaitu pengambilan sampel penelitian dengan karakteristik tertentu. Instrumen penelitian menggunakan skala keterbukaan diri dan skala resiliensi. Hasil analisis data menggunakan korelasi product moment dari Karl Pearson menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara keterbukaan diri dengan resiliensi pada narapidana wanita di lembaga pemasyarakatan perempuan klas II A Martapura dengan korelasi r = 0,533 dari taraf signifikansi 0,000 (p < 0,05), artinya semakin tinggiketerbukaan diri maka semakin tinggi juga kemampuanresiliensi pada narapidana wanita di lembaga pemasyarakatan perempuan klas IIA Martapura, begitu juga sebaliknya. Koefisien determinasi menunjukkan hubungan peran keterbukaan diriterhadap resiliensi sebesar 28,4 %.
Kata Kunci: Keterbukaan diri wanita, resiliensi, lembaga pemasyarakatan, narapidana
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI