DIGITAL LIBRARY



JUDUL:ANALISIS DAMPAK BANJIR TERHADAP USAHA KERAMBA JARING APUNG (KJA) DI KABUPATEN BANJAR PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
PENGARANG:DINA CAMELLIA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2022-01-05


Kecamatan Karang Intan di dominasi oleh kegiatan budidaya Karamba Jaring Apung (KJA). Kegiatan budidaya KJA ini dilakukan dengan melihat potensi dari daerah Kecamatan Karang Intan, salah satunya sungai yang dimanfaatkan para pembudidaya dalam melakukan kegiatan budidaya KJA.Pada Januari 2021 terjadi banjir yang menyebabkan hampir seluruh wilayah di Kalimantan Selatan terendam, hal ini terhitung sejak tanggal 10 Januari 2021 banjir sudah melanda beberapa wilayah di Kalimantan Selatan. Hal ini mengakibatkan para pembudidaya tidak dapat melakukan kegiatan budidaya dikarenakan KJA yang mereka miliki hanyut diterjang banjir, dan mengalami kerugian karena hasil yang hendak dipanen hanyut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dampak ekonomi dan sosial dari banjir yang terjadi pada usaha karamba apung yang terjadi di Kabupaten Banjar. Hasil dari penelitiansebanyak 48,04% pembudidaya kehilangan keramba (sekitar 98 keramba). Pendapatan sebelum banjir sebesar Rp93.496.000,00/produksi, sedangkan pendapatan sesudah banjir hanya sebesar Rp60.200.000,00/produksi. Selisih pendapatan sebelum dan sesudah banjir sebesar Rp33.296.000,00. Kerusakan keramba sebanyak 98 keramba dengan total Rp876.000.000,00 nilai hilangnya ikan siap panen sebanyak Rp1.156.965.000,00 dan nilai hilangnya benih sebanyak Rp49.803.000,00. Dampak sosial yang terjadi akibat banjir ini yaitu para pembudidaya kehilangan mata pencaharian sehingga hal tersebut berpengaruh terhadap biaya pendidikan anak.

Kata Kunci : Dampak Banjir, Pendapatan, Keuntungan Sebelum/Sesudah, Hilangnya Ikan.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI