DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Kelimpahan Jenis dan Struktur Komunitas Ikan pada Ekosistem Lamun di Perairan Desa Tanjung Sungkai Kecamatan Pulau Laut Tanjung Selayar Kabupaten Kotabaru
PENGARANG:HADIRAWATI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2022-01-06


RINGKASAN

HADIRAWATI (1610716320004). Kelimpahan Jenis dan Struktur Komunitas Ikan pada Ekosistem Lamun di Perairan Desa Tanjung Sungkai Kecamatan Pulau Laut Tanjung Selayar Kabupaten Kotabaru, di bawah bimbingan Bapak Dafiuddin Salim, S.Kel, M.Si sebagai Ketua dan Ibu Putri Mudhlika Lestarina, S.Pi, M.Si sebagai Anggota pembimbing.

 

Perairan Desa Tanjung Sungkai merupakan wilayah perairan yang terletak di Kecamatan Pulau Laut Tanjung Selayar, Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan yang memiliki ekosistem padang lamun dengan luas sekitar 12 Ha berdasarkan analisis Citra Alos Avnir-2 dan Spot 7 tahun 2017 (Budimansyah, 2018) sehingga sangat memungkinkan wilayah tersebut memiliki kelimpahan dan keanekaragaman biota-biota laut yang dapat berasosiasi didalamnya.

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kelimpahan jenis dan struktur komunitas ikan pada ekosistem lamun dan mengetahui hubungan kelimpahan jenis ikan dengan parameter lingkungannya. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling.Pengambilan sampel ikan menggunakan jaring insang. Pengambilan sampel lamun menggunakan metode Seagrass Watch. Pengambilan parameter fisika – kimia dilakukan secara insitu. Untuk mengetahui hubungan kelimpahan ikan dengan parameter lingkungan dianalisis dengan perhitungan analisis korelasi pada Ms Excel.

Hasil pengukuran dan analisis data, kelimpahan jenis ikan yang terdapat pada lokasi penelitian terdiri dari 26 spesies dari 21 famili diantaranya: Apogon margaritophorus, Apogonichthyoides melas, Atropus atropos, Selar crumenophthalmus, Hemiramphus far, Epinephelus faveatus, Epinephelus quayanus, Gerres erythourus, Gerres oyena, Sphyraena  putnamae, Sphyraena obtusata, Hypoatherina temminckii, Lates calcarifer, Lethrinus lenthjan, Nematalosa come, Sargocentron rubrum, Scarus spp, Siganus canaliculatus, Upeneus tragula, Valamugil buchanani, Cymbacephalus sp. A, Halichoeres leparensis, Lutjanus ehrenbergii, Chanos chanos, Terapan jarbuadan Ambassis

gymnocephalus.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 7 (tujuh) jenis lamun yang tersebar pada 3 stasiun penelitian yakniCymodocea rotundata, Cymodocea serrulata, Enhalus acoroides, Halophila ovalis, Halodule uninervis, Syringodium isoetifolium dan Thalassia hemprichii. Hasil pengukuran parameter fisika – kimia yang diperoleh pada setiap stasiun yakni: Suhu 28,2 – 29,3oC, kecerahan 1 – 1,5 meter, kecepatan arus 0,11 – 0,12 m/s, salinitas 33,3 – 34,2 o/oo, pH 7,1 – 7,2 dan DO 5,9 – 6,1 mg/l.

 

Hasil analisis korelasi diperoleh 2 (dua) jenis korelasi yakni korelasi positif dan negatif, hubungan antara kerapatan jenis lamun, suhu, kecerahan, salinitas, pH dan DO memiliki korelasi positif sedangkan kecepatan arus memiliki korelasi negatif.

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI