DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Pengaruh Pra-pengolahan Koagulasi Dua-Tahap Terhadap Kinerja Membran Pada Penurunan Bahan Organik Alami (BOA) Dan Warna Pada Air Sungai Menggunakan Membran Mikrofiltrasi Dengan Aliran Cross-flow | |
| PENGARANG | : | APRIL LISA INKA LESTARI-889 | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2022-01-07 |
Tingginyakandungan Bahan Organik Alami (BOA) pada air sungai Martapura dapat menyebabkan terjadinya fouling pada proses pengolahan air menggunakan membran MF-SA. Pra-pengolahan koagulasi dua-tahap diduga lebih baik dalam menyisihkan kandungan BOA hidrofobik dan hidrofilik. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi karakteristik air sungai Martapura dan membran MF-SA, menganalisis pengaruh koagulasi dua-tahap terhadap kinerja membran MF-SA serta mendapatkan permodelan fouling paling tepat pada proses hibrid koagulasi dua-tahap dan MF-SA. Koagulan yang digunakan adalah Tanah Lempung Gambut (TLG). Sistem filtrasi pada membran MF-SA menggunakan sistem aliran cross-flow.Pengukuran UV254, E4/E6 dan warna menggunakan metode spektrofotometri serta uji KMnO4 dilakukan menggunakan titrasi permanganametri.Hasil penelitian menujukkan bahwa pengukuran warna dan zat organik KMnO4 berada diatas baku mutu dengan nilai berturut-turut sebesar 91,59 PtCo dan 205,10 mg/L. Nilai UV254 dan E4/E6 yang dihasilkan yaitu 0,436 1/cm dan 2,51 1/cm. Nilai permeabilitas membran MF-SA yang didapatkan yaitu 196,42 L/jam.m2. Kondisi operasi terbaik pada proses hibrid koagulasi dua-tahap dan MF-SA didapatkan pada dosis 60 mg/L dan tekanan filtrasi 2 bar dengan penyisihan BOA meliputi UV254, Warna dan KMnO4 berturut-turut sebesar 96,94%, 97,90% dan 99,80% dengan nilai fluks yaitu 680,09 L/jam.m2. Permodelan fouling yang paling tepat mempresentasikan fouling pada proses hibrid koagulasi dua-tahap dan MF-SA adalah kurva saturasi.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI