DIGITAL LIBRARY



JUDUL:STUDI PERENCANAAN, PERANCANGAN, ANALISIS KAPASITAS DAN BIAYA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA (PLTS) DALAM MENDUKUNG PEMBERDAYAAN EKONOMI DAN SOSIAL MASYARAKAT PEDESAAN DI KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA (HSU)
PENGARANG:ANHAR FIRDAUS
PENERBIT:S2 PSDAL
TANGGAL:2018-03-09


Tujuan penelitian ini meliputi menganalisis perencanaan lokasi desa (plot sample) untuk pemasangan Solar Home System (SHS) skala rumah sederhana, menganalisis perancangan dan kapasitas beban daya terpasang yang optimal, menganalisis biaya operasional dan biaya investasi, serta menganalisis pengaruh adanya SHS skala rumah sederhana terhadap kegiatan ekonomi dan sosial masyarakat desa. Merencanakan lokasi desa berdasar teknik purposive sampling setelah mendapatkan data primer dan sekunder, yaitu Desa Pondok Babaris, Kec. Sungai Pandan, Kab. Hulu Sungai Utara, Propinsi Kalimantan Selatan. Pemilihan lokasi tersebut mengacu pada kriteria pokok, belum memiliki aliran listrik PLN dan jauh dari jaringan listrik, berkepadatan penduduk yang cukup tinggi, dan memiliki usaha ekonomi produktif (home industry).  Perencanaan dan penentuan kapasitas beban terpasang SHS skala rumah sederhana disesuaikan dengan keperluan energi dan kemampuan warga melalui wawancara dan pengisian kuisioner 15 kepala keluarga. Rata-rata kebutuhan listrik dapat dipenuhi dengan pemasangan SHS daya beban 930 Wh dan 231 Wh.    Biaya pembelian SHS 930 sebesar Rp. 13.600.000,- dengan biaya operasional sebesar Rp. 4.215.000,-/tahun atau Rp. 351.500,-/bulan dan nilai investasi penggunaan selama 20 tahun dengan asumsi kenaikan komponen harga 25% adalah sebesar Rp.  101.925.000,-. Demikian pula untuk pembelian SHS 231 Wh sebesar Rp. 4.000.000,- dengan biaya operasional sebesar Rp. 1.156.000,/tahun atau Rp. 115.100,-/bulan dan nilai investasi penggunaan selama 20 tahun dengan asumsi kenaikan komponen harga 25% adalah sebesar Rp.  33.487.500,-.  Hal ini sangat jauh berbeda dengan energi listrik dari genset dengan beban daya yang sama. Biaya pembelian Genset 1,25 kVA sebesar Rp. 2.500.000,- dengan biaya operasional sebesar Rp. 9.660.000,-/tahun atau Rp. 805.050,-/bulan dan nilai investasi penggunaan selama 20 tahun dengan asumsi kenaikan komponen harga 25% adalah sebesar Rp.  251.847.500,-. Biaya pembelian Genset 0,5 kVA sebesar Rp. 1.500.000,- dengan biaya operasional sebesar Rp. 4.980.000,-/tahun atau Rp. 415.050,-/bulan dan nilai investasi penggunaan selama 20 tahun dengan asumsi kenaikan komponen harga 25% adalah sebesar Rp.  132.155.000,-. Perbedaan biaya ini disebabkan karena biaya operasional SHS yang lebih murah dan garansi umur pakai solar panel yang dapat mencapai selama 20 tahun.
Manfaat ekonomi bagi warga setelah adanya SHS skala rumah sederhana di Desa Pondok Babaris adalah dapat membangkitkan dan meningkatkan kegiatankegiatan produktif mereka dalam upaya pengembangan usaha ekonomi produktif warga desa, dengan indikator bertambahnya produktifitas (kuantitatif dan kualitatif) dari usaha mereka. Manfaat sosial yang dirasakan setelah adanya SHS skala rumah sederhana ini pada umumnya bersifat jangka panjang, antara lain peningkatan kesempatan belajar dan membaca, peningkatan taraf kesehatan rakyat, rasa keamanan dan  dapat melaksanakan kegiatan sosial di malam hari.
 
Kata kunci: Energi terbarukan, Ramah lingkungan, PLTS/SHS, Dampak ekonomi, Dampak sosial. 
 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI