DIGITAL LIBRARY



JUDUL:TINGKAT PERSENTASE DEDAK PADI DAN TETES SEBAGAI BAHAN ADITIF TERHADAP KUALITAS SILASE DAUN KELOR (Moringa oleifera Lam)
PENGARANG:AHMAD AKMAL
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2022-01-13


ABSTRAK

 AHMAD AKMAL.  Tingkat Presentase Dedak Padi Dan Tetes Sebagai Bahan Aditif Terhadap Kualitas Silase Daun Kelor (Moringa oleifera Lam). Dibimbing oleh Bapak Dr. Ir. Nursyam Andi Syariffudin, M.P dan Ibu Habibah., S.Pt., M.P.

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kombinasi dosis aditif dedak padi dan tetes untuk memperoleh  kualitas nutrisi silase daun kelor yang terbaik.

Penelitian ini dilaksanakan di Labolatorium Nutrisi dan makanan Ternak Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru pada bulan Oktober - Desember tahun 2021. Meliputi pembuatan silase, uji protein kasar dan uji serat kasar. Adapun kombinasi perlakuan sebagai berikut : P0 = Daun kelor tanpa pemberian bahan aditif,

P1 = Daun kelor + dedak padi 5% + tetes 3%, P2 = Daun kelor + dedak padi 5% + tetes 5%, P3 = Daun kelor + dedak padi 10% + tetes 3%, P4 = Daun kelor + dedak padi 10% + tetes 5%, P5 = Daun kelor + dedak padi 15% + tetes 3%, P6 = Daun kelor + dedak padi 15% + tetes 5%.

Setiap perlakuan diulang sebanyak empat kali, sehingga terdapat 28 satuan percobaan.

Data yang diproleh di analisis menggunakan anova Rancangan Acak Lengkap, apabila perlakuan berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan Uji beda nyata jujur (Uji BNJ). Analisis data dibantu dengan menggunakan software SPSS Ver. 21, IBM.

Hasil penelitian ini  menunjukkan bahwa penggunaan dedak padi 5% dan tetes 5% diperoleh kadungan protein kasar tertinggi (33,91%) dan serat kasar terendah (15,56%).

 

Kata kunci: Daun kelor, dedak padi, tetes, silase.

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI