DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | DAMPAK PERUBAHAN POLA CURAH HUJAN DAN SUHU UDARA TERHADAP NERACA AIR DAERAH IRIGASI RAWA DANDA BESAR | |
| PENGARANG | : | MUHAMMAD CHAIRI MUNANJAR | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2022-01-13 |
Indonesia merupakan daerah tropis dan sumber utama untuk irigasi tergantung pada curah hujan. Perubahan pola curah hujan dan suhu udara secara langsung berdampak pada ketersediaan air untuk keperluan irigasi termasuk pada Daerah Irigasi Rawa (DIR) Danda Besar. DIR Danda Besar merupakan daerah irigasi rawa pasang surut dimana energi pasang surut tidak dapat mengairi sebagian wilayah, oleh karena itu DIR ini untuk memenuhi kebutuhan air memanfaatkan air curah hujan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis perubahan pola curah hujan dan suhu udara terhadap ketersediaan air dan penentuan skenario musim tanam yang menyesuaikan dengan perubahan iklim di DIR Danda Besar. Perubahan iklim meliputi perubahan pola curah hujan dan suhu udara periode pengamatan 2001 sampai 2020 dengan menggunakan data harian TRMM (Tropical Rainfall Measurement Mission) dibagi menjadi 2 periode pengamatan yaitu periode I dari tahun 2001 sampai 2010 dan periode II tahun 2011-2020.
Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kecenderungan perubahan curah hujan dan suhu udara metode Mann kendall test, analisis validasi dan koreksi data curah hujan dan suhu udara TRMM metode koefisien korelasi dan nilai persamaan regresi yang menghubungkan data observasi dengan data TRMM, analisis ketersedian air dengan metode F. J Mock, analisis kebutuhan air dengan skenario musim tanam dan pola tanam serta analisis neraca air dengan metode surplus defisit pada akhirnya penentuan skenario pola tanam yang sesuai dengan ketersediaan air karena adanya perubahan iklim.
Hasil analisis ketersediaan air, perbandingan debit ketersediaan air periode I (2001-2010) dengan periode II (2011-2020) mengalami peningkatan dan penurunan pada bulan tertentu. Peningkatan debit ketersediaan air tengah bulan terdapat pada bulan Januari 1 & 2, Februari 1 & 2, Maret 1 & 2, April 1 & 2, Mei 1 & 2, Juni 1 & 2, Juli 1 & 2 dan Desember 1 & 2. Pada bulan November 1 & 2 mengalami penurunan. Hasil analisis neraca air berdasarkan kebutuhan air sesuai skenario tanam dengan empat skenario dan ketersediaan air. Nilai neraca air didapat dari pengurangan debit ketersediaan air periode I (2001-2010) dan periode II (2011-2020) dengan debit kebutuhan air berdasarkan empat skenario tanam tersebut didapatkan neraca air 1 terdapat defisit air dengan debit ketersediaan air periode I dan II, necara air 2 terdapat defisit air dengan debit ketersediaan air periode I dan II. Perhitungan neraca air 3 dan 4 merupakan rekomendasi pola tanam karena perubahan iklim jadi neraca air dihitung berdasarkan ketersediaan air periode II. Hasil neraca air 3 tidak terdapat defisit air dan neraca air 4 tidak terjadi defsit air.
Kata Kunci : TRMM (Tropical Rainfall Measurement Mission), DIR Danda Besar, Ketersediaan air, Kebutuhan air, Skenario tanam
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI