DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PEMBEBANAN KONTEN DALAM AKUN YOUTUBE SEBAGAI OBJEK JAMINAN | |
| PENGARANG | : | ARIFIN | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2022-01-17 |
ARIFIN, 2022. PEMBEBANAN KONTEN DALAM AKUN YOUTUBE SEBAGAI OBJEK JAMINAN. Program Magister Hukum, Program Pascasarjana, Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing Utama : Dr. H. Rachmadi Usman, S.H., M.H. dan Pembimbing Pendamping : Dr. Noor Hafidah, S.H., M.Hum. 102 Halaman. ABSTRAK Kata Kunci : Konten Dalam Akun Youtube, Hak Cipta, Parate Eksekusi Tujuan dari Tesis ini untuk mengkaji bagaimana prosedur pembebanan konten dalam akun youtube sebagai objek jaminan yang selama ini menurut pengetahuan penulis baik lembaga keuangan Bank maupun Non Bank belum pernah memberikan permodalan atau kredit kepada pelaku usaha kreatif dalam hal ini adalah Youtuber yang membuat kreasi melalui konten video ataupun konten lain yang menarik, menghibur dalam suatu akun youtube. Kemudian bagaimana eksekusi atas youtuber yang terindikasi wanprestasi atas modal atau kredit usaha yang diberikan oleh Kreditur. Hal ini menjadi penting dan bermanfaat buat pelaku industri kreatif khususnya youtuber yang notabene dilakukan oleh kalangan anak muda. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan cara menelaah undang-undang yang berhubungan dengan permasalahan hukum yang diteliti serta dengan beranjak dari pandangan-pandangan dan doktrin-doktrin yang berkembang di dalam ilmu hukum yang berhubungan dengan permasalahan dalam penelitian ini. Menurut hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Pertama, Pembebanan konten video dan konten lain yang menarik dalam sebuah akun youtube sebagai objek jaminan yang sudah berstatus hak cipta bisa diterapkan menggunakan lembaga jaminan fidusia dengan payung hukum dalam Undang-undang Hak Cipta ketentuan Pasal 16 ayat (3) UUHC 2014, UU Jaminan Fidusia dan juga mempertimbangkan asas inbezitstelling. Selanjutnya dalam prosedur pengikatan konten akun youtube sebagai objek jaminan fidusia yang masuk kategori sebagai hak cipta harus terlebih dahulu didaftarkan dan disahkan di Dirjen Kekayaan Intelektual pada Kementerian Hukum dan HAM dimana prosedur pengikatannya membedakan dengan objek jaminan fidusia pada umumnya. Kedua, Parate eksekusi menjadi pilihan yang tepat bilamana pemberi fidusia (youtuber) terindikasi melakukan cidera janji (wanprestasi) yaitu eksekusi yang selalu siap di tangan, pelaksanaan eksekusi melalui parate eksekusi di luar campur tangan Pengadilan, tanpa harus mengikuti prosedur hukum acara. Kreditur (penerima fidusia) melalui parate eksekusi seakan-akan seperti melaksanakan penjualan atas harta miliknya sendiri, tinggal minta kepada juru lelang agar melaksanakan lelang.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI