DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PROFESI PENGEMIS SEBAGAI MATA PENCAHARIAN DI PASAR ANTASARI BANJARMASIN | |
| PENGARANG | : | ASLAMIAH | |
| PENERBIT | : | - | |
| TANGGAL | : | 2017-10-30 |
Kata Kunci: Profesi, Mata Pencaharian, Strategi Kerja
Profesi mengemis yang dijadikan sebagai mata pencaharian bagi
masyarakat yang kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan hidup dan
keterbatasan yang dimiliki supaya memiliki pendapat. Dalam menjalani
profesinya sebagai mata pencarian pengemis memiliki strategi-strategi tersendiri
untuk memikat ataupun menarik simpati pengunjung pasar atau pedagang.
Penelitian ini bertujuan: (1) Mengetahui latar belakang pengemis di Pasar
Antasari Banjarmasin; (2) Mengetahui alokasi pendapatan pengemis di Pasar
Antasari Banjarmasin; (3) Mengetahui strategi kerja para pengemis di Pasar
Antasari Banjarmasin.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif
dan sumber data dipilih secara purposive, yaitu teknik penentuan dan pemilihan
sumber data dengan beberapa pertimbangan. Teknik pengumpulan data dilakukan
Teknik pengumpulan data dilakukan dengan triangulasi teknik observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah secara
reduction, display, dan verification.
Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa: (1) Profesi pengemis di latar
belakangi oleh pendidikan hanya di tempuh sampai sekolah SD, memenuhi
kebutuhan keluarga, cacat fisik memiliki keterbatan yaitu tunanetra dan tunadaksa
dan menua yaitu usia yang sangat tua dari 45-60 tahun (2) Mengemis sebagai
mata pencaharian utama bagi para pengemis untuk mendapatan penghasilan,
memberikan perlindungan bagi keluarga, membantu keluarga, untuk memberikan
pendidikan bagi anak-anak mereka (3) Strategi kerja atau trik-trik dalam menarik
simpati pegunjung yang ada di Pasar Antasari yaitu dengan wajah memelas,
menyodorkan tangan, mengeluarkan suara serta pakaian yang digunakan juga
menjadi strategi pengemis agar terlihat menyedihkan. Strategi tersebut juga bisa
dengan keadaan cacat fisik menjadi poin plus karena tidak usah pura-pura
menyedihkan karena mereka sudah mempunyai kekurangan dan akan lebih
terlihat murni dan akan membuat seorang iba terhadap mereka.
Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan kepada pengunjung pasar
tidak memberikan bantuan kepada pengemis dalam bentuk apa pun. Hal tersebut
dengan maksud supaya pengemis menjadi jera dan sadar bahwa mengemis bukan
satu-satunya cara dalam memenuhi kebutuhan hidup, serta merubah pola pikir
pengemis supaya ingin mencari pekerjaan yang lebih baik.
| NO | DOWNLOAD LINK |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI