DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | KAJIAN ETNOBOTANI HANJUANG (Cordyline fruticosa) DI KAWASAN DESA SABUHUR KECAMATAN JORONG KABUPATEN TANAH LAUT SEBAGAI BUKU ILMIAH POPULER | |
| PENGARANG | : | LAILY NAJMAH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2022-01-31 |
Etnobotani merupakan ilmu yang mempelajari pemanfaatan suatu tumbuhan oleh masyarakat, adat, atau suku bangsa tertentu. Potensi lokal di sekitar lingkungan dapat dijadikan sumber belajar, khususnya tumbuhan dalam lingkup etnobotani. Hanjuang memiliki penyebaran dan manfaat di Desa Sabuhur. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji etnobotani Hanjuang di kawasan Desa Sabuhur, mengetahui validitas, serta kepraktisan isi buku yang dikembangkan sebagai Buku Ilmiah Populer. Metode pada penlitian ini menggunakan pendekatan deskriptif untuk mendeskripsikan kajian etnobotani Hanjuang dengan melakukan wawancara menggunakan teknik snowball sampling dan penelitian pengembangan menggunakan evaluasi formatif Tessmer melalui tahapan self evaluation, expert review dan one to one. Hasil penelitian menunjukkan 6 kajian etnobotani yaitu Hanjuang merupakan tumbuhan perdu (botani) yang digunakan masyarakat Desa Sabuhur sebagai obat hipertensi (farmakologi), serta sebagai tanaman hias yang ditanam di pekarangan rumah (ekologi). Hanjuang digunakan sebagai bahan untuk upacara adat mandi-mandi pengantin (sosioantropologi), dan bisa dijual sebagai tanaman hias (ekonomi). Penamaan hanjuang sebagai ‘pawang’ dipercaya dapat menangkal makhluk halus (linguistik). Hasil pengembangan Buku Ilmiah Populer pada expert review oleh 2 validator memiliki ValiditasSangat Valid dengan persentase 94,7% dan hasil kepraktisan isi oleh 3 mahasiswa pendidikan biologi FKIP ULM Banjarmasin yang telah lulus mata kuliah etnobotani dengan nilai A memiliki hasil Sangat Baik dengan persentase 93,0%.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI