DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Pengaruh Pemberian PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) dan Kompos Kotoran Kelinci terhadap Serangan Antraknosa (Colletothricum sp.) pada Tanaman Tomat
PENGARANG:SITI MUNAWAROH
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2022-03-17


Busuk tomat antraknosa (Colletotrichum sp.) menimbulkan kerusakan dan mempengaruhi kualitas dan kuantitas hasil. Gejala busuk dimulai dengan munculnya lesi kecil, gelap, cekung yang memiliki penampilan basah, kemudian diameternya membesar dan menyatu, menyebabkan bagian lunak menghilang atau mengering, pada bagian cekung membesar dan tenggelam. Colletotrichum sp. merupakan salah satu cendawan yang menyebabkan penyakit pada tanaman seperti cabai, terong, tomat, pepaya, pisang dan tanaman hortikultura lainnya. Hal ini terjadi karena antraknosa tidah hanya memiliki satu tanaman inang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh PGPR dan kompos kotoran kelinci terhadap serangan antraknosa pada tanaman tomat. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dua faktor, yaitu faktor pemberian dosis PGPR dan dosis kompos kotoran kelinci. Hasil penelitian menunjukkan pemberian PGPR dan kompos kotoran kelinci pada pengamatan 46 hari setelah pindah tanam dengan dosis PGPR 15 ml ditambah 15 g kompos kotoran kelinci (10.03 %)  dan   pemberian PGPR 30 ml  ditambah 30 g kompos kotoran  kelinci (11.52 %) dapat menurunkan intensitas serangan antraknosa dibandingkan dengan kontrol yaitu 28.13 %. Selain itu, perlakuan kompos kotoran kelinci berpengaruh terhadap jumlah buah dan berat buah tanaman tomat dengan perlakuan terbaik pemberian kotoran kelinci sebanyak 22.5 g dengan hasil 3.52 buah dengan berat 90.10 g.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI