DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | EFEKTIVITAS KOAGULAN ALAMI DALAM MEMPERBAIKI KUALITAS LIMBAH CAIR PABRIK KELAPA SAWIT DAN PENGARUH KUALITAS SLUDGE-NYA TERHADAP PERTUMBUHAN SAWI | |
| PENGARANG | : | HAMSYIN | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2022-03-17 |
Koagulan merupakan senyawa yang mempunyai kemampuan
mendestabilisasi koloid dengan cara menetralkan muatan listrik pada permukaan koloid sehingga koloid dapat bergabung satu sama lain membentuk flok dengan
ukuran yang lebih besar sehingga mudah mengendap.
Berdasarkan hasil penelitian pendahuluan terhadap limbah organik seperti
kulit pisang, kulit singkong, kulit telur, kulit jeruk, biji kelor dan batang buah naga yang dijadikan bahan koagulan untuk mengolah limbah cair kelapa sawit,
dari hasil penelitian pendahuluan tersebut memperlihatkan bahwa biji Kelor dan
batang buah Naga merupakan koagulan yang terbaik dalam mempengaruhi
kualitas limbah cair pabrik kelapa sawit.
Sejalan dengan hal tersebut untuk mengkaji sejauh mana kemampuan
koagulan alami tersebut dalam mempengaruhi kualitas air limbah pabrik kelapa sawit, maka akan dilakukan penelitian lebih lanjut dengan membandingkan tiga jenis koagulan alami yaitu biji Kelor, batang buah Naga dan Kitosan sebagai control dengan dosis perlakuan yang berbeda.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari jenis koagulan alami terbaik
dalam mempengaruhi kualtas limbah cair pabrik kelapa sawit dan kandungan
unsur hara sludge tertinggi serta pemanfaatan sludge-nya sebagai pupuk untuk
memperbaiki status hara tanah dan pertumbuhan Sawi.
Penelitian tahap pertama adalah memperlakuan tiga jenis koagulan alami yakni biji Kelor, batang buah Naga dan Kitosan dengan dosis masing-masing
koagulan alami tersebut 0 g/liter , 1 g//liter, 2 g/liter, 3 g/liter dan 4 g/liter. Dari
hasil penelitian tersebut memperlihatkan bahwa koagulan alami jenis biji Kelor merupakan koagulan alami terbaik dalam mempengaruhi kualitas air limbah pabrik kelapa sawit khususnya untuk parameter pH, Total Suspended Solid
(TSS), Biological Oxigen Demand (BOD) dan logam berat Fe.
Penelitian tahap kedua adalah melakukan analisis terhadap kandungan
hara sludgenya dari tiga jenis koagulan yang digunakan dan hasilnya menunjukkan bahwa koagulan alami biji Kelor sludgenya mempunyai kandungan unsur hara tertinggi khususnya N-Total, C-Organik, P-Total, K-Total
dan Fe dibandingan dengan batang buah Naga dan Kitosan.
Penelitian tahap ketiga adalah melakukan penelitian dilapangan dengan memperlakukan dosis pemberian sludge biji Kelor dengan dosis 0 g/5 kg tanah, 200 g/kg tanah, 400 g/5kg tanah, 600 g/5 kg tanah dan 800 g/5kg tanah terhadap pertumbuhan Sawi.
Hasil penelitian memperlihatan bahwa kualitas tanahnya menjadi lebih baik
yakni untuk parameter pH, C-oganik, N-Total, P-tersedia, K-Total sebelum tanam dan setelah panen mengalami peningkatan kadar masing-masing parameter tersebut. Selanjutnya dosis sludge terbaik dalam mempengaruhi pertumbuhan Sawi adalah 600 g/5 kg tanah yakni tinggi tanaman meningkat sebesar 33,32 %.
jumlah daun sebesar 42,33%, dan bobot basah meningkat sebesar 63,02%
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI