DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | KONSENTRASI LARUTAN DAUN KELAKAI (Stenochlaena palustris)UNTUK MENEKAN KEJADIAN PENYAKIT ANTRAKNOSA (Colletotrichum sp) PADA CABAI RAWIT VARIETAS HIYUNG DI DESA HIYUNG | |
| PENGARANG | : | NORSALEHAH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2022-03-22 |
Abstrak
Jamur Colletotrichum spyaitu patogen yang menyebabkan penyakit antraknosa. Penyakit antraknosa pada tanaman cabai rawit hiyung merupakan kendala utama bagi petani.Penanamancabaiterusdilakukansepanjangmusim, dan pestisida kimia dipakai secara terus menerus menimbulkan dampak negatif bagi konsumen, lingkungan dan patogennya. Solusinya yaitu pengendalian yang ramah lingkungan, salah satunya menggunakan kelakai (Stenochlaena palustris).Tanamankelakai mudah di dapat sehingga punya prosfekbilaterbuktiefektifmampumenghambat terjadinyapenyakit, untukdikembangkansebagaibiopestisida yang ramahlingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi larutan daun kelakai terhadap kejadian penyakit antraknosa. Penelitian ini dilaksanakan Di Desa Hiyung, Kecamatan Tapin Tengah Kabupaten Tapin dari bulan Mei – Oktober 2021. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan sehingga ada 16 satuan percobaan. Perlakuannya adalah kontrol = (air), perlakuan K50 gr/l, K100 gr/l dan K150 gr/l larutan daun kelakai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larutan daun kelakai berpengaruh terhadap kejadian penyakit antraknosa. KonsentrasiK50 gr/l, K100 gr/l dan K150 gr/l mempunyai kemampuan yang sama dalam menekan kejadian penyakit antraknosa namun dengan kontrol berbeda.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI