DIGITAL LIBRARY



JUDUL:ANALISIS EKONOMI PRODUKSI GAHARU (Aquilaria mallacensis) DI DESA SUNGAI KUPANG, KECAMATAN KELUMPANG HULU, KABUPATEN KOTABARU, KALIMANTAN SELATAN
PENGARANG:MOISES JOSE DA GAMA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2022-04-11


 

ABSTRAK

 

MOISES JOSE DA GAMA, 2021. “Analisis Ekonomi Produksi Gaharu (Aquilaria mallacensis) di Desa Sungai Kupang, Kecamatan Kelumpang Hulu, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan.” Tesis. Program Studi Magister Ilmu Kehutanan, Program Pascasarjana Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing: Dr. Ir. Daniel Itta, M.S. dan Dr. Hafizianor, S.Hut, M.P.

 

 

 

Kata Kunci: biaya produksi, ekonomi, gaharu

 

 

            Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi gaharu pada pola tanam 3 m x 3 m, menganalisis nilai ekonomi budidaya dan biaya pengelolaan gaharu berdasarkan pola tanam 3 m x 3 m, dan menganalisis nilai ekonomi gaharu berdasarkan nilai kayu dan nilai minyak gaharu. Lokasi penelitian ini berada di Desa Sungai Kupang, Kecamatan Kelumpang Hulu, Kabupaten Kotabaru. Pemilihan desa tersebut yaitu karena desa tersebut merupakan salah satu penghasil produk gaharu terbesar di Kabupaten Kotabaru. Pengembangan tanaman gaharu belum populer karena belum diketahui secara pasti nilai ekonomisnya. Adanya penelitian berkaitan dengan analisis biaya pada tanaman gaharu, dan juga gencarnya penelitian oleh berbagai pihak diharapkan ditemukan metode atau teknologi yang cukup menjanjikan yang dapat membantu tanaman untuk memproduksi gubal gaharu. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui data lapangan yang telah diperoleh sebelumnya oleh peneliti mencakup produksi dan harga gaharu, luas lahan, dan lain-lain sebagai data pendukung, sedangkan data sekunder diperoleh dari berbagai literatur, media cetak, dan beberapa instansi terkait.  Analisis data yang digunakan adalah analisis kuantitatif dan analisis deskriptif kualitatif. Analisis ekonomi dalam penelitian ini menggunakan nilai selisih pendapatan dan modal. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi kubikasi kayu gaharu yang didapatkan dari budidaya gaharu dalam satu hektar yaitu sebesar 64,2818 m3. Dengan jumlah tersebut dihitung berat produksi sebesar 24.105,78 kg, baik dalam bentuk gubal, kemedangan, maupun abu. Perhitungan nilai ekonomi biaya produksi budidaya dan biaya pengelolaan gaharu untuk satu hektar lahan dengan 1.100 pohon yaitu sebesar Rp. 363.660.000,- dari biaya pembelian bibit gaharu, pemeliharaan, pemupukan, proses inokulasi, upah tenaga kerja hingga pemanenan. Hasil analisis penerimaan kotor dikurangi dengan biaya produksi kayu gaharu menghasilkan penerimaan bersih sebesar Rp. 4.161.145.000,- sedangkan untuk produksi minyak gaharu sebesar Rp. 552.395.000,- untuk satu hektar lahan.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI