DIGITAL LIBRARY



JUDUL:UPACARA SIMAH LAUT DI DESA UJUNG PANDARAN KECAMATAN TELUK SAMPIT KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR KALIMANTAN TENGAH TAHUN 2006-2019
PENGARANG:RAHIMATUL JANAH
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2022-04-14


Upacara simah laut merupakan kebudayaan masyarakat pesisir yang ada di Desa Ujung Pandaran, Kalimantan Tengah. Pada tahun 2006 Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kotawaringin Timur tertarik untuk menjadikan upacara simah laut sebagai wisata budaya. Sebagai bentuk atraksi budaya tentunya banyak hal-hal menarik yang disisipkan pada upacara simah laut. Namun pada tahun 2019 terjadi perubahan yang sangat drastis pada prosesi upacara simah laut. Berdasarkan hal ini, peneliti bertujuan untuk mengetahui latar belakang upacara simah laut, prosesi upacara simah laut dan perubahan pada upacara simah laut sejak tahun 2006-2019.

Penelitian ini menggunakan metode sejarah. Tahap heuristik mengacu pada sumber primer dan sekunder. Data diperoleh melalui wawancara kepada pihak-pihak yang terlibat dalam upacara, benda-benda upacara, dokumen-dokumen, maupun audio-visual yang berkaitan dengan topik penelitian. Kritik sumber dilakukan dengan cara memilih narasumber, melakukan kaji banding terhadap hasil wawancara, dan membandingkan benda-benda upacara dari periode 2006-2019. Selanjutnya tahap interpretasi, fakta-fakta yang telah terkumpul dihubungkan satu dan yang lainnya sehingga ditemukan fakta sejarah. Terakhir yaitu historiografi, berdasarkan rangkaian fakta-fakta yang saling terhubung sehingga menjadi sebuah tulisan sejarah yang diharapkan dapat menjadi rekonstruksi yang menggambarkan upacara simah laut di Desa Ujung Pandaran pada tahun 2006-2019.

Bedasarkah hasil penelitian upacara simah laut dilatarbelakangi oleh kondisi masyarakat yang tinggal di pesisir pantai yang mempercayai adanya roh-roh gaib, sehingga diadakan sebuah ritus khusus sebagai bentuk penghormatan. Upacara simah laut terdapat unsur upacara berkorban, bersaji, berdoa, dan makan bersama. Pada tahun 2006-2018 mengalami perkembangan dalam prosesi upacara dan fungsi upacara. Perkembangan pada prosesi upacara terletak pada melarung sesajen. Adapun perubahan fungsi dari ritual berkembang menjadi fungsi pelestarian budaya, fungsi komunikasi, fungsi pendidikan, fungsi hiburan dan fungsi ekonomi. Namun pada tahun 2019 upacara simah laut mengalami perubahan bentuk, meliputi pelaksana upacara, tempat upacara, tempat penyembelihan hewan qurban dan prosesi melarung sesajen yang ditiadakan. Pada tahun 2019 juga terjadi perubahan fungsi yang mengalami kemunduran menjadi fungsi spiritual dan fungsi sosial saja. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa upacara simah laut mengalami perubahan bentuk dan fungsi selama dua periode yaitu pada tahun 2006-2018 dan periode pada tahun 2019.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI