DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | ANALISIS NERACA AIR MENGGUNAKAN METODE THORNTHWAITE-MATHER DI KEBUN PRAKTIK KELAPA SAWIT CEMPAKA SMK-PPN BANJARBARU, KALIMANTAN SELATAN | |
| PENGARANG | : | Ahmad Afrizal Azwar | |
| PENERBIT | : | FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM | |
| TANGGAL | : | 2018-08-03 |
ANALISIS NERACA AIR MENGGUNAKAN METODE THORNTHWAITE-MATHER DI KEBUN PRAKTIK KELAPA SAWIT CEMPAKA SMK-PPN BANJARBARU, KALIMANTAN SELATAN
(Oleh : Ahmad Afrizal Azwar; Dr. Ichsan Ridwan, S.Si., M.Kom.; Nurlina, S.Si., M.Sc.; 2018; 34 halaman)
Kelapa sawit dikategorikan sebagai tanaman komoditas unggulan Indonesia. Namun seiring dengan perkembangan waktu, muncul isu di tengah masyarakat yang mengatakan bahwa tanaman kelapa sawit bersifat rakus air dan merugikan banyak pihak. Di Kalimantan Selatan, tepatnya daerah Cempaka, Banjarbaru terdapat kebun praktik kelapa sawit dengan luas sebesar 56.192,24 m2. Kebun tersebut merupakan sarana pembelajaran dari SMK-PPN Banjarbaru. Untuk menyanggah isu tersebut, dilakukan analisis neraca air di daerah tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis ketersediaan air, kebutuhan air dan neraca air pada kebun kelapa sawit SMK-PPN Banjarbaru pada tahun 2014-2017. Metode penelitian yang digunakan adalah Metode Thornthwaite-Mather. Metode tersebut lebih sederhana dan hanya memerlukan data suhu rata-rata bulanan dalam menentukan nilai evapotranspirasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan air meningkat pada kisaran bulan Oktober-Januari dan berkurang pada kisaran bulan Februari-September. Adapun kebutuhan air terhitung sebesar 1.939,56 m3/bulan mengakibatkan pada bulan Juli-Oktober ada terjadi defisit air. Pada kurun waktu 2014-2017, neraca air pada daerah penelitian mengalami surplus air dan besar surplus air berturut-turut meningkat pada setiap tahunnya, yakni 30.920,03 m3/tahun, 35.972,05 m3/tahun, 46.102,83 m3/tahun, dan 51.820,20 m3/tahun.
Kata Kunci
:
Kelapa Sawit, Thornthwaite-Mather, Neraca Air
| NO | DOWNLOAD LINK |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI