DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Daya Dukung Lingkungan Hidup dan Risiko Ekologis Logam Berat Untuk Penataan Ruang Sub Daerah Aliran Sungai Lemo Kabupaten Barito Utara Provinsi Kalimantan Tengah
PENGARANG:AKHMAD RIZALIE
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2022-07-07


Sub Daerah Aliran Sungai (DAS) Lemo merupakan bagian DAS Barito di Kabupaten Barito Utara yang kondisinya sangat rentan terhadap perubahan-perubahan sebagai akibat tekanan usaha dan kegiatan yang memanfaatkan sumber daya alam terutama di bidang pertambangan batubara, kehutanan dan perkebunan yang diikuti kegiatan pembukaan hutan dan lahan. Terbukanya hutan dan lahan dapat menyebabkan logam berat yang terkandung di dalam tanah terpapar keluar bersama dengan air limpasan dari hujan dan kemudian masuk ke media lingkungan terutama sistem perairan DAS.

Upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup di Sub DAS Lemo antara lain dapat dilakukan melalui kebijakan penataan ruang wilayah yang didasari status daya dukung lingkungan hidup dan perhitungan risiko ekologis logam berat. Kebijakan penataan ruang dituangkan dalam regulasi penetapan fungsi kawasan yang sesuai dengan kemampuan lahan dengan peraturan daerah rencana detail tata ruang di kawasan tersebut.

Status daya dukung lingkungan hidup yang menjadi dasar penataan ruang wilayah mengacu pada Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 17 Tahun 2009 dengan 3 (tiga) pendekatan, yaitu: kemampuan lahan, perbandingan antara ketersediaan dan kebutuhan lahan serta perbandingan antara ketersediaan dan kebutuhan air. Penataan ruang wilayah yang ditentukan hanya berdasarkan status daya dukung lingkungan hidup dalam penelitian ini dikombinasikan dengan perhitungan risiko ekologis logam berat pada sub DAS. Alternatif kombinasi ini akan membuat proses perencanaan pemanfaatan ruang wilayah dan perancangan alokasi ruang menjadi lebih komprehensif dan spesifik karena mempertimbangkan pula risiko ekologis yang akan ditanggung oleh lingkungan akibat paparan atau kontaminasi logam berat.

Tujuan penelitian adalah: (1) Menganalisis dan mengevaluasi daya dukung lingkungan hidup di Sub DAS Lemo melalui 3 (tiga) pendekatan, yaitu: kemampuan lahan, perbandingan antara ketersediaan dan kebutuhan lahan serta perbandingan antara ketersediaan dan kebutuhan air. (2) Menganalisis dan mengevaluasi risiko ekologis di Sub DAS Lemo berdasarkan sebaran logam berat pada sedimen Sungai Lemo. (3) Menyusun konsep rancangan alokasi ruang berdasarkan data daya dukung lingkungan hidup dan risiko ekologis di Sub DAS Lemo yang dapat digunakan sebagai dasar penyusunan rencana pemanfaatan sumber daya alam dan pemanfaatan ruang melalui penetapan fungsi kawasan Sub DAS Lemo dengan peraturan daerah rencana detail tata ruang kabupaten.

Perhitungan ketersediaan dan kebutuhan lahan di Sub DAS Lemo menunjukkan hasil yang defisit di mana kebutuhan lahan 43.484 ha sementara ketersediaan lahan hanya 6.764,82 ha,sementara mengacu peta RTWRK Barito Utara untuk Sub DAS Lemo masih tersedia lahan seluas 53.005,32 ha untuk kawasan budidaya,dengan demikian status daya dukung lingkungan hidup Sub DAS Lemo yang dilakukan dalam penelitian masih dapat dikategorikan surplus dan mampu mendukung peri kehidupan masyarakatnya.

 Data indeks gabungan logam berat dalam sedimen merepresentasikan secara komprehensif kondisi Sub DAS Lemo masih dalam kategori risiko ekologis rendah. Perhitungan rancangan alokasi ruang di Sub DAS Lemo dengan kombinasi daya dukung lingkungan hidup dan risiko ekologis logam berat memberikan solusi penambahan alokasi ruang dari risiko ekologis sedang sampai sangat tinggi. Rancangan alokasi ruang maksimum pada risiko ekologis sangat tinggi yang dapat dialokasikan untuk kawasan perkebunan seluas 23.110,91 ha, kawasan tanaman pangan 2.485,89 ha dan kawasan hutan produksi konversi (HPK) 9.661,68 ha. Pengurangan luasan lahan kawasan hutan produksi tetap (HP) seluas maksimum 31.499,58 ha merupakan konsekuensi penambahan alokasi ruang menjadi kawasan budidaya.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI