DIGITAL LIBRARY



JUDUL:STRATEGI PENGEMBANGAN KOMODITAS CABAI RAWIT HIYUNG BERBASIS AGRIBISNIS DI KABUPATEN TAPIN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
PENGARANG:MEIDY HARRIS PRAYOGA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2022-07-07


Tapin adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Selatan yang

unggul pada sektor pertanian. Pada tahun 2020, tercatat sektor pertanian mampu

menyumbang 19,06% dari nilai total PDRB namun masih belum mampu

meningkatkan perekonomian daerah secara signifikan sehingga sektor ini perlu

dikembangkan untuk menjadi sektor andalan. Dalam kondisi aktual luas tanam

cabai rawit hiyung hanya seluas 184 ha, tingkat produksi 1.210 ton sedangkan

tingkat produktivitas dalam satu tahun tercatat hanya mencapai 6,58 ton/hektar.

Pemerintah Daerah Kabupaten Tapin berencana meningkatkan produktivitas cabai

rawit hiyung akan diarahkan pada pengolahan pasca panen oleh sektor industri

kecil didukung dengan jaringan kerjasama dan pemasaran hasil pertanian.

Peningkatan perekonomian masyarakat perdesaan dapat diwujudkan dengan

menyusun strategi usaha yang komprehensif termasuk kajian terhadap agribisnis

cabai rawit hiyung sehingga diharapkan dapat berimplikasi terhadap

perkembangan wilayah pedesaan di Kabupaten Tapin.

Tujuan Penelitian ini adalah untuk: 1) Mengkaji kondisi aktual tingkat

produktivitas pada lahan cabai rawit hiyung eksisting, 2) Menganalisis

ketersediaan lahan untuk cabai rawit hiyung di Kabupaten Tapin, 3) Mengkaji

sistem agribisnis cabai rawit hiyung di Kabupaten Tapin, 4) Menyusun strategi

pengembangan komoditas cabai rawit hiyung di Kabupaten Tapin. Penelitian ini

dilaksanakan di Kabupaten Tapin Provinsi Kalimantan Selatan selama 24 bulan.

Data primer dan data sekunder diolah dengan menggunakan teknik analisis

statistik deskriptif, matching criteria analysis, analytical hierarchy process dan

SWOT.

Hasil penelitian menunjukkan tingkat produksi cabai rawit hiyung di

Kabupaten Tapin masih rendah yaitu 55,049 ton. Ekstensifikasi pertanian

diperlukan untuk meningkatkan produksi cabai rawit hiyung di Kabupaten Tapin.

Luas lahan yang sesuai dan tersedia untuk cabai rawit hiyung di Kabupaten Tapin

adalah 60.282,97 ha atau 28,13% dari seluruh luas lahan yang ada. Kelas

kesesuaian lahan didominasi oleh kelas S3 (d,p,ch) dengan faktor pembatas

berupa drainase, pH dan curah hujan. Sistem agribisnis cabai rawit hiyung di

Kabupaten Tapin layak secara finansial dengan nilai RCR sebesar 2.88. Nilai

tambah yang paling menguntungkan dari usaha industri pengolahan adalah produk

olahan sambal. Secara teknis, pemasaran yang paling efisien dan ekonomis

dilakukan pada Saluran Pemasaran II dari petani-pedagang-pengumpul-pedagang

besar. Strategi pengembangan komoditas cabai rawit hiyung diarahkan pada

wilayah prioritas pengembangan dengan penerapan SO2 model program

viii

kemitraan terintegrasi, SO3 strategi branding dan penambahan varian produk

dalam bentuk produk turunan dan WO1 strategi promosi melalui sosial media.

Penelitian ini memberikan implikasi terhadap penerapan strategi

pengembangan komoditas cabai rawit hiyung dengan rekomendasi kebijakan

penetapan kawasan khusus komoditas cabai rawit hiyung sehingga akan

mendukung pencapaian target RPJMD Kabupaten Tapin Tahun 2018-2023 dalam

meningkatkan sektor agrobisnis. Rekomendasi hasil penelitian ini akan

memberikan implikasi kepada pemerintah daerah terhadap penetapan kawasan

pertanian cabai rawit hiyung seluas 43.595 ha. Peningkatan potensi produksi cabai

rawit hiyung sebesar 202.848 ton dengan nilai kontribusinya terhadap PDRB

sektor pertanian sebesar Rp. 6,085 (dalam triliun) dan potensi penyerapan tenaga

kerja sebesar 435.530 orang. Prioritas wilayah pengembangan komoditas cabai

hiyung akan dilaksanakan pada sentra cabai rawit hiyung 1 atau di wilayah

Kecamatan Tapin Tengah.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI