DIGITAL LIBRARY



JUDUL:KETERGANTUNGAN PETANI KARET PADA TENGKULAK DI DESA TEBING TINGGI KECAMATAN KELUMPANG TENGAH KABUPATEN KOTABARU
PENGARANG:DEWI ASTARIA PURWASIH
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2022-07-18


ABSTRAK

Perkebunan karet yang ada di Desa Tebing Tinggi mempunyai karakteristik hubungan sosial antara tengkulak dan petani karet. Untuk itu penelitian ini bertujuan memahami bagaimana bentuk ketergantungan petani karet terhadap tengkulak dan mengapa ketergantungan tersebut terus berlanjut. Penelitian dilaksanakan Di Desa Tebing Tinggi Kecamatan Kelumpang Tengah Kabupaten Kotabaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah masyarakat petani karet di Desa Tebing Tinggi. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi partisipan, wawancara mendalam dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketergantungan petani karet pada tengkulak sangat kuat dikarenakan rata-rata menggantungkan kegiatan produksinya kepada tengkulak. Bentuk-bentuk ketergantungannya adalah: 1) saat petani memerlukan uang maka akan meminjam ke tengkulak; 2) saat petani membutuhkan pekerjaan tambahan tengkulak bisa menyediakan seperti buruh angkut karet; 3) untuk penjualan tengkulak langsung mengambil ke lokasi kebun karet sehingga petani tidak mengangkut lagi; 4) saat petani memiliki hutang kepada tengkulak bisa dibayarkan dengan karet tidak harus dengan uang. Ketergangunan tersebut berdampak pada penjualan hasil kebun tidak maksimal dan mengakibatkan ketergantungan terus berlanjut. Kegiatan produksi karet seperti pengelolaan dan perawatan karet yang baik dan benar sulit dilakukan karena jaringan sosial ekonominya hanya mengandalkan tengkulak. Petani tidak mampu menjalankan kegiatan produksi dan pemasaran secara mandiri. Pada aspek pemasaran faktor sulitnya akses jalan dan ketiadaan alat transportasi yang dimiliki menyebabkan petani karet harus mempertahankan ketergantungannya pada tengkulak. Ketiadaan program-program pemberdayaan juga turut berperan terhadap keberlangsungan ketergantungan.

Kata Kunci: petani karet, tengkulak, ketergantungan, jaringan sosial

 

ABSTRACT

The rubber plantations in Tebing Tinggi Village have the characteristics of social relations between middlemen and rubber farmers. For this reason, this study aims to understand how the form of dependence of rubber farmers on middlemen and why this dependence continues. The research was carried out in Tebing Tinggi Village, Kelumpang Tengah District, Kotabaru Regency. This study uses a qualitative approach. The informants in this study were the rubber farming community in Tebing Tinggi Village. The data collection techniques used were participant observation, in-depth interviews and documentation. Data analysis techniques are reduction, data presentation and conclusion drawing. The results showed that the dependence of rubber farmers on middlemen was very strong because on average they depended on middlemen for their production activities. The forms of dependence are: 1) when farmers need money, they will borrow from middlemen; 2) when farmers need additional work the middleman can provide such as rubber transporters; 3) for the sale of middlemen directly take to the location of rubber plantations so that farmers do not transport anymore; 4) When farmers have debts to middlemen, they can be paid with rubber, not necessarily with money. This dependence has an impact on the sale of plantation products that are not optimal and result in continued dependence. Rubber production activities such as proper and proper management and maintenance of rubber are difficult because the socio-economic network only relies on middlemen. Farmers are not able to carry out production and marketing activities independently. In the marketing aspect, the difficulty of road access and the lack of transportation means that rubber farmers have to maintain their dependence on middlemen. The absence of empowerment programs also contributes to the sustainability of dependency.

Keywords: rubber farmers, middlemen, dependency, social network

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI