DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | MODEL KEMITRAAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI (PRAKERIN) STUDI MULTI KASUS DI SMKN 4 BANJARMASIN DAN SMKN 5 BANJARMASIN | |
| PENGARANG | : | MUHAMMAD RIZKY ANUGERAH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2022-07-19 |
ABSTRAK
Muhammad Rizky Anugerah, 2022. Model Kemitraan Praktek Kerja Industri (Prakerin) Studi Multi Kasus di SMKN 4 Banjarmasin dan SMKN 5 Banjarmasin. Program Magister Administrasi Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Pembimbing 1 : Dr. Muhammad Saleh, M.Pd. Pembimbing 2: Dr. Suhaimi, S.Pd.,M.Pd.
Kata Kunci : Model Kemitraan, Kemitraan, Prakerin.
Kemitraan memiliki peran penting dalam peningkatan kualitas dan mutu pendidikan namun masih banyak sekolah kejuruan yang kurang maksimal dalam mengembangkan kemitraan, hal ini terlihat dari pelaksanaan prakerin sering kali bersifat lokal di sekitar lingkungan sekolah tanpa ada pengembangan kerja sama yang lebih luas membuat kesempatan peserta didik dalam mengembangkan kemampuannya menjadi terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemitraan di sekolah kejuruan serta pengelolaan yang tepat sehingga sekolah dapat melakukan kemitraan sampai diluar wilayah.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif multi kasus. Informan dalam penelitian terdiri dari kepala sekolah, waka humas dan waka kurikulum. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi yang telah di analisis menggunakan model analisis data interaktif dari Miles Dan Huberman (2006), tahapan penelitian yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan serta telah dilakukan pengecekan keabsahan temuan menggunakan triangulasi data.
Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Sebelum disusunnya program kemitraan, sekolah melakukan analisis kebutuhan. Sinkronisasi kurikulum antara sekolah dengan DU/DI sangat diperlukan agar program kemitraan berjalan dengan baik. (2) Bentuk kemitraan sekolah dengan DU/DI berupa prakerin siswa, magang guru, guru tamu, teaching factory dan penyerapan lulusan. (3) Kualitas kemitraan sekolah sangat baik dengan terpenuhinya semua indikator.(4) Kendala yang muncul saat prakerin seperti siswa kurang difasilitasi dan sekolah kesulitan dalam sinkronisasi kurikulum dengan DU/DI karena perwakilan yang datang ke sekolah tidak sesuai harapan sekolah.
Saran yang dapat diberikan (1) Dalam menyusun program kemitraan hendaknya sekolah lebih sering melibatkan DU/DI. (2) Bentuk kemitraan yang terjalin dengan DU/DI sudah bagus dan beragam namun harus lebih ditingkatkan lagi dalam komunikasi, khususnya mitra yang diluar lingkungan sekolah. (3) Kualitas kemitraan sudah bagus namun hendaknya sekolah lebih sering mengevaluasi pekerjaan siswa saat prakerin disetiap mitra industri sehingga pekerjaan siswa saat prakerin benar-benar sesuai dengan kompetensi siswa disetiap jurusan. (4) Kendala yang ditemui pada kedua lembaga hendaknya diminimalisir, agar setiap peserta didik dapat terfasilitasi secara maksimal dalam prakerin khususnya kendala dalam mengundang perwakilan DU/DI ke sekolah yang benar benar memahami kebutuhan industri. Untuk mengatasi kesulitan mengundang perwakilan DU/DI tersebut maka sekolah hendaknya mengunjungi langsung DU/DI tersebut.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI