DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PENETAPAN KADAR RIBOFLAVIN (VITAMIN B2) PADA TEPUNG TERIGU MENGGUNAKAN METODE KCKT FLUORESEN
PENGARANG:Suci Amalia
PENERBIT:FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
TANGGAL:2018-08-08


Tepung terigu merupakan hasil ekstraksi biji gandum yang tidak mengandung
sekam atau lembaga, sehingga jumlah protein, lemak, vitamin B, mineral dan serat
akan berkurang. Penelitian ini bertujuan agar mengetahui kadar riboflavin pada
tepung terigu dengan menggunakan metode KCKT dan menggolongkan antara
sampel yang telah memenuhi standar SNI 01-3751-2006 atau belum memenuhi
standar SNI 01-3751-2006. Riboflavin yang terdapat pada tepung terigu
berdasarkan SNI 01-3751-2006 memiliki batas minimum, yaitu 4 mg/kg. Kadar
riboflavin dapat ditentukan dengan metode KCKT fluoresen. Kadar riboflavin
yang terdapat pada sepuluh sampel tepung terigu memenuhi syarat SNI 01-3751-
2006 yaitu pada sampel A; B; C; D; E; F; G; H; I; dan J adalah 6,37; 4,96; 6,16;
6,03; 6,58; 5,77; 6,59; 8,25; 7,46; dan 6,78 mg/kg. Kadar riboflavin yang terdapat
pada sepuluh sampel tepung terigu memiliki rata-rata 6,495 mg/kg.
Kata kunci: Tepung terigu, Riboflavin, KCKT, fluoresen

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI