DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Analisis Risiko Petani Pada Usahatani Padi Unggul di Lahan Rawa Pasang Surut Kabupaten Barito Kuala Provinsi Kalimantan Selatan | |
| PENGARANG | : | Sarbaini | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2022-07-22 |
Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi risiko produksi padi unggul di lahan rawa pasang surut Kabupaten Barito Kuala.
Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Barito Kuala Provinsi Kalimantan Selatan. Penelitian ini dilaksanakan dimulai dari bulan Maret-Juni 2022. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan dengan penentuan kecamatan dengan cara sengaja (purposive) yakni Kecamatan Mandastana dan Kecamatan Belawang. Dengan pertimbangan bahwabeberapa petani melaksanakan usahatani padi unggul di Kecamatan Mandastana dan Kecamatan Belawang. Kemudian memilihdua desa, yaituDesa Karang Buah dan Karang Dukuh di Kecamatan Belawang; Desa Karang Indah dan Karang Bunga di Kecamatan Mandastana. Dengan pertimbangan petani yang menanam padi unggul di lahan rawa pasang surut. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 100 petani. Metode pengolahan data yang digunakan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi risiko produksi padi unggul yang dihadapi petani di lahan rawa pasang di Kabupaten Barito Kuala menggunakan analisis model fungsi Just Pope.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan Hasil analisis fungsi produksi pada usahatani padi unggul di lahan rawa pasang surut menunjukkan bahwa faktor produksi benih, pupuk, kapur dan tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap produksi padi unggul pada taraf α = 10%, sedangkan faktor produksi obat-obatan tidak berpengaruh signifikan. Hasil analisis fungsi risiko produksi pada usahatani padi unggul di lahan rawa pasang surut menunjukkan bahwa hanya faktor produksi benih dan pupuk yang berpengaruh signifikan terhadap risiko produksi padi unggul, sedangkan faktor produksi kapur, obat-obatan dan tenaga kerja tidak berpengaruh signifikan.
Adapun beberapa dukungan penting yang ditujukan kepada petani padi unggul, yaitu: (1) perlunya para petani mulai mengurangi penggunaan bahan-bahan kimia semisal pupuk kimia dan sebagai penggantinya menggunakan pupuk organik. Namun perubahan dari pertanian konvensional ke pertanian organik yang membutuhkan proses cukup lama karena dibutuhkan penyesuaian dalam berbagai hal teknis; dan (2) perlunya penanggulangan hama dan penyakit yang dilakukan oleh petani padi unggul pada yang bersifat preventif dan terpadu. Petani melakukan penyemprotan pestisida, walaupun belum terjadi serangan. Petani melakukan pengendalian hama secara fisik dan organik. Secara fisik yaitu dengan melakukan penangkapan atau dengan umpan. Secara organik yaitu dengan menggunakan pestisida hewani atau nabati yang dibuat sendiri atau dibuat secara kelompok.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI