DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PEMANFAATAN DAGING IKAN SEPAT SIAM (Trichogaster pectoralis) UNTUK PENGOLAHAN SERUNDENG | |
| PENGARANG | : | TASIA NOVIANI RAHMAN | |
| PENERBIT | : | FAKULTAS PERIKANAN DAN KELAUTAN | |
| TANGGAL | : | 2018-08-09 |
TASIA NOVIANI RAHMAN (G1A114202), Pemanfaatan Daging Ikan Sepat
Siam (Trichogaster Pectoralis) Untuk Pengolahan Serundeng. Dibimbing oleh
Ibu IIN KHUSNUL KHOTIMAH, S.Pi, M.P sebagai Ketua dan bapak
CANDRA, S.Pi, M.Si sebagai anggota Pembimbing.
Produksi komoditas pada bidang perikanan tangkap sangat dipengaruhi
oleh musim. Saat produksi yang melimpah jumlahnya, belum termanfaatkan
secara optimal. Salah satu komoditas perikanan yang bernilai cukup tinggi serta
digemari oleh konsumen rumah tangga di Kalimantan Selatan adalah ikan sepat
siam (Trichogaster pectoralis). Selain dijual dalam keadaan segar, ikan sepat siam
dapat diawetkan dan menjadi produk olahan, namun pemanfaatan sebagai olahan
masih kurang ragamnya.
Usaha yang dapat dilakukan untuk memperbanyak jenis olahan adalah
diversifikasi produk. Salah satu alternatif usaha untuk memanfaatkan ikan sepat
siam adalah dengan diversifikasi produk olahan yaitu pembuatan serundeng ikan.
Masyarakat umumnya membuat serundeng terdiri dari kelapa parut, daging sapi,
dan bumbu. Pada penelitian ini dilakukan upaya memanfaatkan daging ikan sepat
siam dengan perbandingan antara kelapa parut dan daging ikan sepat siam yang
sesuai sebagai upaya untuk meningkatkan nilai gizi protein pada serundeng.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan daging ikan
sepat siam (Trichogaster pectoralis) terhadap karakteristik serundeng yang
dihasilkan.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen
dengan menggunkan pola Rancangan Acak Lengkap, dengan 4 perlakuan dan 3
kali ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu perlakuan O (Serundeng dengan
perbandingan kelapa dan daging ikan 1:0), perlakuan A (Serundeng dengan
perbandingan kelapa dan daging ikan 1:1), perlakuan B (Serundeng dengan
perbandingan kelapa dan daging ikan 1:2), perlakuan C (Serundeng dengan
perbandingan kelapa dan daging ikan 1:3). Selanjutnya karakteristik serundeng
meliputi uji kimia yaitu kadar air, kadar lemak, dan kadar protein. Uji
Organoleptik secara deskriptif dengan spesifikasi kenampakan, bau, rasa, dan
tekstur.
Hasil pengujian kimia terbaik pada produk serundeng ikan sepat siam pada
perlakuan B karena memberikan kualitas optimal dengan kandungan gizi yaitu
kadar air 10,78%, lemak 28,84%, dan protein 27,17%. Sesuai dengan kandungan
gizi abon SNI 1995 yaitu kadar air maksimal 7%, lemak maksimal 30%, dan
minimal 15% protein. Hasil pengujian organoleptik pada perlakuan B memiliki
nilai dengan spesifikasi kenampakan 6,4, bau 7,1, rasa 6,75 dan tekstur 6,4
menunjukkan bahwa penambahan daging ikan sepat siam berpengaruh terhadap
karakteristik serundeng.
| NO | DOWNLOAD LINK |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI