DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PENERAPAN TEKNOLOGI BUDIDAYA PADI SAWAH METODE SYSTEM OF RICE INTENSIFICATION (SRI) HUBUNGANNYA DENGAN PRODUKTIVITAS DI DESA MALUKA BAULIN KECAMATAN KURAU KABUPATEN TANAH LAUT | |
| PENGARANG | : | SUPRIANTO | |
| PENERBIT | : | FAKULTAS PERTANIAN | |
| TANGGAL | : | 2018-08-30 |
SUPRIANTO. Penerapan Teknologi Budidaya Padi Sawah Metode System of
Rice Intensification (SRI) Hubungannya Dengan Produktivitas Di Desa Maluka
Baulin Kecamatan Kurau Kabupaten Tanah Laut (dibawah bimbingan
ABDUSSAMAD dan MUZDALIFAH).
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi penerapan teknologi
budidaya padi sawah dengan metode tanam system of rice intensification (SRI),
mengetahui hubungan antara penerapan teknologi budidaya padi sawah dengan
metode tanam system of rice intensification (SRI) dengan produktivitas padi
sawah, serta mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi petani dalam
penerapan teknologi budidaya padi sawah dengan metode tanam system of rice
intensification (SRI) di Desa Maluka Baulin Kecamatan Kurau.
Berdasarkan hasil perhitungan tingkat penerapan teknologi budidaya padi
sawah dengan metode SRI bahwa jumlah petani yang berada pada kategori sesuai
(55,56% < TPT < 77,78%), yakni sebanyak 50,00%, umlah petani yang berada
pada kategori kurang sesuai masih sebanyak 26,67%, serta jumlah petani yang
berada pada kategori sangat sesuai hanya sebesar 23,33%.
Hasil analisis statistik non-parametrik menunjukkan bahwa koefisien
korelasi tri serial sebesar 0,9886. Nilai t hitung yang dihasilkan sebesar 9,302,
sedangkan nilai t tabel pada taraf uji nyata (α) 1% adalah sebesar 2,7633. Hal ini
dapat diambil kesimpulan bahwa nilai t hitung lebih besar dari pada t tabel,
artinya tingkat penerapan teknologi memiliki hubungan yang signifikan dengan
produktivitas usahatani padi dengan metode SRI itu sendiri.
Hubungan yang dihasilkan antara tingkat penerapan teknologi dengan
produktivitas merupakan hubungan yang positif. Hal ini menunjukkan bahwa
semakin sesuai dengan rekomendasi penerapan teknologi, maka semakin besar
pula produktivitas yang dihasilkan. Begitu juga sebaliknya, bahwa semakin
kurang sesuai tingkat penerapan teknologi, maka semakin rendah pula
produktivitas usahatani padi tersebut.
Tenaga yang dikeluarkan petani ekstra lebih besar dibandingkan dengan
usahatani dengan metode konvensional pada umumnya. Hal ini karena dari mulai
persiapan benih hingga panen, metode SRI ini cenderung lebih intensif dilakukan.
Sedangkan petani masih sulit meninggalkan kebiasaannya pada saat menggunakan
metode usahatani padi konvensional.
| NO | DOWNLOAD LINK |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI