DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PENGARUH PEMBERIAN PSEUDOMONAS KELOMPOK FLUORESCENS SKM2 DAN VARIASI WAKTU INOKULASI VIRUS TERHADAP KEPARAHAN PENYAKIT MOSAIK (Tobacco Mosaic Virus) PADA TANAMAN CABAI BESAR (Capsicum annum L.)
PENGARANG:NURUL
PENERBIT:FAKULTAS PERTANIAN
TANGGAL:2018-09-03


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian
Pseudomonas kelompok fluorescens SKM2 (PF SKM2) dan waktu inokulasi virus
yang berbeda terhadap keparahan penyakit TMV (Tobacco Mosaik Virus) pada
tanaman cabai besar (Capsicum annum L.) var. Hot Chilli.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2017 sampai dengan
bulan Mei 2018 yang bertempat di Laboratorium Fitopatologi dan Laboratorium
Kimia dan Teknologi Industri serta Rumah Kaca Fitopatologi Jurusan Hama dan
Penyakit Tumbuhan, kemudian di lahan Fakultas Pertanian Universitas Lambung
Mangkurat Banjarbaru. Perlakuan yang diuji yaitu K1: kontrol (dengan inokulasi
TMV dan tanpa perlakuan PF SKM2), K2: kontrol (tanpa perlakuan),
A: (Tanaman cabai + PF SKM2 yang berumur 7 hst + inokulasi TMV), B:
(Tanaman cabai +PF SKM2 berumur 14 hst + inokulasi TMV), C: (Tanaman
cabai +PF SKM2 berumur 21 hst + inokulasi TMV) dan D: (Tanaman cabai +PF
SKM2 berumur 28 hst + inokulasi TMV). Masing-masing perlakuan diulang
sebanyak empat kali, tiap satuan percobaan terdapat 1 tanaman sehingga terdapat
24 satuan percobaan. Parameter dalam penelitian ini adalah masa inkubasi virus;
keparahan penyakit; tinggi tanaman; jumlah daun.
Hasil penelitian menunjukkan perlakuan PF SKM2 pada tanaman cabai
besar dengan waktu inokulasi TMV yang berbeda dapat memperlambat masa
inkubasi virus, menurunkan keparahan penyakit tetapi tidak mempengaruhi
penghambatan virus terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun. Pada tanaman
yang di beri PF SKM2 dengan inokulasi TMV dapat memperlambat masa
inkubasi virus dengan rata-rata 7 hst (2,01 hari), 14 hst (3,5 hari), 21 hst (5 hari),
28 hst (6,5 hari), K1 (5,5 hari) dan K2 (0 hari). Pemberian PF SKM2 dengan
inokulasi 7 hst menunjukkan keparahan penyakit yang tinggi (56,15%), dan
berbeda nyata dengan perlakuan PF SKM2 dengan inokulasi 14 hst (43,59%), 21
hst (40,94%), 28 hst (37,24%), K1 (40,25%) dan K2 (1,76%).

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI