DIGITAL LIBRARY



JUDUL:KAJIAN TATANIAGA KARET RAKYAT DI KECAMATAN WANARAYA KABUPATEN BARITO KUALA
PENGARANG:ANDRI HIDAYAT
PENERBIT:FAKULTAS PERTANIAN
TANGGAL:2018-09-04


ANDRI HIDAYAT. Kajian Tataniaga Karet Rakyat di Kecamatan Wanaraya
Kabupaten Barito Kuala dibimbing oleh Hairi Firmansyah dan Hj. Nina Budiwati,
Penelitian ini bertujuan mengetahui jalur tataniaga karet rakyat di
Kecamatan Wanaraya Kabupaten Barito Kuala, besarnya biaya, marjin dan
keuntungan, serta bagian (share) harga yang diterima produsen/petani, dan
masing-masing lembaga yang ada dan permasalahan yang terjadi dalam sistem
tataniaga di Kecamatan Wanaraya Kabupaten Barito Kuala.
Penelitian ini dilaksanakan dengan metode survei dan dilakukan dengan
tiga tahap. Tahap pertama adalah penentuan 1 Kecamatan dan dari 13 Desa dalam
1 Kecamatan diambil 5 Desa sebagai daerah pengambilan sampel dilakukan
dengan secara sengaja (purposive sampling). Pada tahap kedua adalah penentuan
petani contoh secara acak berimbang (proportionate random sampling). Pada
tahap ketiga adalah penentuan pedagang pengumpul dilakukan dengan metode
Bola Salju (snowball sampling).
Dari hasil penelitian yang dilaksanakan, didapat bahwa saluran pemasaran
yang terdapat di Kecamatan Wanaraya yaitu petani menjual ke pedagang
pengumpul tingkat kecamatan dan tingkat desa, kemudian dari pedagang
pengumpul tingkat desa dan kecamatan akan dijual kembali ke pabrik olah karet
yang ada di Banjarmasin, dalam hal ini adalah PT. Insan Bonafied. Total Biaya
pemasaran bahan olah karet dalam bentuk lump pada tingkat petani tidak ada
biaya, pada tingkat pedagang pengumpul tingkat desa total biaya yang dikeluarkan
adalah sebesar Rp 335/kg, sedangkan pada pedagang pengumpul kecamatan
adalah sebesar Rp 707/kg. Marjin terbesar diterima oleh pedagang pengumpul
kecamatan adalah sebesar Rp 5.739/kg. Sedangkan pada tingkat pedagang
pengumpul desa adalah sebesar Rp 5.000/kg. Keuntungan diterima oleh pedagang
pengumpul tingkat desa adalah sebesar Rp 4.465/kg sedangkan pada pedagang
pengumpul tingkat Kecamatan adalah sebesar Rp. 5.032/kg. Bagian (share) harga
di tingkat petani terhadap harga akhir pada pedagang pengumpul tingkat desa
adalah sebesar 62% pada harga akhir di pedagang pengumpul tingkat Kecamatan
adalah sebesar 59%. Bagian (share) harga yang diterima oleh pedagang
pengumpul tingkat desa dan kecamatan sama besarnya yaitu sebesar 82,5%.
Permasalahan yang umum dihadapi dalam tataniaga karet rakyat di
Kecamatan Wanaraya adalah masalah penentuan harga jual dan modal. Masalah
lain yang dihadapi oleh petani karet adalah masalah harga bahan olah karet dalam
hal ini bahan olah karet dalam bentuk lump yang tidak stabil. Serta masalah yang
dihadapi oleh pedagang pengumpul yakni masalah kualitas/mutu bahan olah karet
dari petani yang tergolong belum baik.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI