DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | ANALISIS KOMPARATIF KEUNTUNGAN PETANI KARET DENGAN DAN TANPA PROGRAM GERAKAN BOKAR BERSIH DI DESA KEBUN RAYA KECAMATAN KINTAP KABUPATEN TANAH LAUT | |
| PENGARANG | : | RITA PUSPITASARI | |
| PENERBIT | : | FAKULTAS PERTANIAN | |
| TANGGAL | : | 2018-09-05 |
RITA PUSPITASARI. Analisis Komparatif Keuntungan Petani Karet
Dengan Dan Tanpa Program Gerakan Bokar Bersih Di Desa Kebun Raya
Kecamatan Kintap Kabupaten Tanah Laut. Di bawah bimbingan Hj. Nina
Budiwati dan Rifiana.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui biaya, pendapatan,
keuntungan petani karet dengan dan tanpa pogram gerakan bokar bersih, untuk
menganalisis komparatif keuntungan petani karet dengan dan tanpa program
gerakan bokar bersih, untuk mengetahui permasalahan petani karet dalam
mengolah dan menjual bokar di Desa Kebun Raya Kecamatan Kintap. Sample
penelitian ini diambil 30 petani dengan metode simple random sampling dari 2
kelompok tani yaitu dipilih 15 petani dari kelompok petani dengan program
gerakan bokar bersih dan 15 petani responden tanpa program gerakan bokar bersih
Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata biaya total petani karet
dengan program gerakan bokar bersih sebesar Rp. 1.214.056 per ha dan
penerimaan sebesar Rp. 2.439.467 /ha/bulan dengan pendapatan sebesar Rp.
2.075.411 /ha/bulan dan keuntungan sebesar Rp. 1.225.411 /ha/bulan. Untuk ratarata
biaya total petani karet tanpa program gerakan bokar bersih sebesar Rp.
1.126.877 /ha/bulan dan penerimaan sebesar Rp. 1.509.883 /ha/bulan dengan
pendapatan sebesar Rp. 1.213.006 dan keuntungan sebesar Rp. 383.006 /ha/bulan.
Rata-rata biaya total dari petani karet dengan program gerakan bokar
bersih sebesar Rp. 1.214.056 /ha/bulan sedangkan hasil rata-rata petani karet
tanpa program gerakan bokar bersih sebesar Rp. 1.126.877 /ha/bulan. Hal ini
sesuai dengan tujuan dari program pemerintah dalam peningkatan pendapatan
iii
petani dimana rata- rata biaya total produksi dari petani karet dengan program
gerakan bokar bersih lebih besar dibandingkan dengan petani karet tanpa program
gerakan bokar bersih.
Untuk mengetahui perbandingan keuntungan antara petani karet dengan
dan tanpa program gerakan bokar bersih digunakan analisis statistik uji beda ratarata
yaitu uji-t tidak berpasangan. Dari hasil uji-t dengan taraf nyata 95% dikolom
Levene’s Test For Equality of variances pada baris pertama (Equal variances
assumed) diperoleh nilai sig 0,070 karena nilai sig > 0,05 ini artinya petani karet
dengan dan tanpa gerakan bokar bersih memiliki varians yang sama, kesamaan
varians disini bukan syarat yang harus dipenuhi dalam uji-t tes tidak berpasangan.
Pada kolom t-test for Equality of Means diperoleh nilai t hitung 7,109
dengan nilai sig 0,000 yang berarti nilai probabilitas sig < 0,05, jadi tolak H0 atau
terima HI. Dengan hasil uji-t tersebut dapat disimpulkan keuntungan petani karet
dengan dan tanpa program gerakan bokar bersih berbeda secara nyata.
Permasalahan yang dihadapi petani karet dalam mengolah dan menjual
bokar yaitu masih banyaknya penolakan petani karet untuk mengikuti program
gerakan bokar bersih, banyaknya kecurangan yang dilakukan oleh
pengepul/pabrikan pada timbangan., kecurangan yang dilakukan pabrikan yaitu
tidak transparannya hasil uji K3 (Kadar Karet Kering) dan belum dilaksanakannya
peraturan Mentri Perdagangan No.54 Tahun 2016, tentang sanksi penjualan bokar
kotor diperusahaan.
| NO | DOWNLOAD LINK |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI