DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Pengaruh Muka Air Tanah dan Hujan Terhadap Indeks Kekeringan KBDI di Kawasan Hutan Lindung Liang Anggang Blok1 | |
| PENGARANG | : | NUR NAILIA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2023-01-11 |
Lahangambut di Indonesia luasnya mencapai lebih dari 7% dari daratan yakni sekitar 14,95 juta hektareyang tersebar di pulau Sumatera, Kalimantan dan Papua serta sebagian kecil di Sulawesi. Kondisi ini mengakibatkan pemanfaatan lahan gambut tidak dapat dihindari sehingga mengakibatkan sekitar 6,66 juta hektareatau 44,6% lahan gambut telah terdegradasi. Pemanfaatan lahan gambut dilakukan dengan cara pembukaan lahan dan pembuatan jaringan drainase yang mana hal tersebut mengkabitkan lahan gambut tidak dapat meresap air sehingga menyebabkan penurunan tinggi muka air (TMA) dan terjadi kebakaran lahan dan kering tidak balik (irreversible drying). Sebagian besar kebakaran di lahan gambut diakibatkan lamanya hari tidak hujan dan besaran hujan yang rendah yang mengakibatkan TMA mengalami penurunan tajam.Hal ini juga terjadi pada kawasan hutan lindung yang terletak di Kecamatan Liang Anggang Kelurahan Landasan Ulin Utara.
Metode analisis yang dilakukan dalam penelitian diantaranya pengumpulan data yaitu data curah hujan dari tahun 2000-2021 yang diperoleh dari Stasiun Meteorologi Klas II Syamsudin Noor Banjarmasin dan data muka air tanah yang di dapat dari tugas akhir dengan Judul Pengaruh Faktor Eksternal Terhadap Akurasi Sensor Ultrasonik dalam Mengukur Tinggi Muka Air di Lahan Gambut. Data diproses mengunakan analisis dari model Keech Byram Drought Indeks (KBDI) modifikasi sifat fisik gambut yang akan mendapatkan indeks kekeringan KBDI, selanjutnya data muka air tanah diregresi terhadap indeks kekeringan KBDI. Kemudian mengamati hari tidak hujan, hari hujan, dan besaran hujan setelah itu diregresi terhadap indeks kekeringan KBDI.
Hasil analisis berdasarkan perhitungan dan pengamatan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa muka air tanah berpengaruh besar terhadap indeks kekeringan KBDI karena dapat dilihat dari hasil regresi nilai multiple R dan R square berkisar 0,5 – 0,9. Hasil pengamatan hari tidak hujan, hari hujan, dan besaran hujan apabila ketiga variabel tersebut bersamaan diregresi terhadap indeks kekeringan KBDI memiliki nilai multiple R 0,82 dan R square 0,67 karena nilai multiple R dan R square >0,5 maka secara bersamaan hari tidak hujan, hari hujan, dan besaran hujan berpengaruh besar terhadap indeks kekeringan KBDI. Indeks kekeringan KBDI juga berhubungan dengan titik api, karena semakin besar indeks kekeringan KBDI pada tingkat ekstrim maka titik api pada suatu wilayah semakin banyak.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI