DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Perubahan Tradisi Menginang Pada Perempuan Dayak Desa Urup Ampah Kota Kecamatan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur
PENGARANG:Indah Amalia
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2023-01-16


ABSTRAK

Indah Amalia, 2022. Perubahan Tradisi Menginang Pada Perempuan Dayak Desa Urup Ampah Kota Kecamatan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur.  Skripsi Program Studi Pendidikan Sosiologi, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing (I) Yuli Apriati (II) Cucu Widaty.

Kata Kunci: Tradisi Menginang, Perubahan Sosial Budaya.

Menginang merupakan kebiasaan masyarakat dalam membersihkan gigi dengan komposisi dasar yakni daun sirih, pinang, gambir, kapur dan tembakau. Tradisi menginang menjadi suatu kebiasaan pada perempuan Dayak Desa Urup Ampah Kota Kecamatan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur sebagai kebutuhan membersihkan gigi dan menenangkan diri. Selain pada kegiatan sehari-hari, tradisi menginang dilakukan pada saat ada acara adat tertentu dan kegiatan sosial masyarakat setempat. Namun, seiring berkembangnya zaman tradisi menginang mengalami perubahan yang memunculkan perbedaan-perbedaan zaman dahulu dengan zaman sekarang. Penelitian ini bertujuan yaitu (1) untuk menemukan perbedaan tradisi menginang pada perempuan Dayak zaman dahulu dan zaman sekarang setelah terjadinya perubahan tradisi. (2) untuk menguraikan faktor penyebab berubahnya tradisi menginang.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Sumber data yang dipilih yaitu purposive sampling. Adapun kriteria informan yang telah ditentukan oleh peneliti sebanyak 5 (lima) orang yaitu perempuan Dayak Desa Urup yang masih melakukan kegiatan menginang dan mengerti tentang tradisi menginang. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi,wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya analisis data dilakukan dengan mereduksi data, penyajian data dan verifikasi.

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1) perubahan tradisi menginang meliputi menginang sudah tidak dilakukan pada acara adat tertentu melainkan dilakukan perorangan dirumah masing-masing  oleh perempuan Dayak yang berusia 45 tahun keatas karena sudah tidak ada regenerasi lagi 2) penyebab terjadinya perubahan pada tradisi menginang dibagi menjadi 2(dua) faktor yaitu: faktor Internal meliputi berkurangnya penduduk asli, faktor sistem terbuka dan faktor eksternal meliputi bahan menginang yang tidak efisien.

Berdasarkan penelitian ini di sarankan agar dapat berkesinambungan dengan penelitan selanjutnya sebagai referensi untuk pengembangan penelitian terkait tradisi menginang, sehingga dapat menyempurnakan pembahasan penelitan mengenai tradisi menginang dari berbagai sudut, misalnya seperti eksistensi dan makna tradisi menginang selain dari penelitian tentang perubahan dan faktor penyebab perubahan ini

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI