DIGITAL LIBRARY



JUDUL: Mengembangkan Aspek Kogntif Dan Motorik Halus Melalui Kegiatan Bermain Plastisin Menggunakan Kombinasi Model PAKEM, Hands On Activity dan Metode Demonstrasi Pada Kelompok A TK Aisyiyah Bustanul Athfal 1 Banjarmasin
PENGARANG:Nadya Almira Alifa
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2023-01-16


ABSTRAK Alifa, Nadya Almira. 2022. “ Mengembangkan Aspek Kogntif Dan Motorik Halus Melalui Kegiatan Bermain Plastisin Menggunakan Kombinasi Model PAKEM, Hands On Activity dan Metode Demonstrasi Pada Kelompok A TK Aisyiyah Bustanul Athfal 1 Banjarmasin “ Skripsi Program S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Dosen Pembimbing Dr. Noorhapizah, S.T., M.Pd. Kata Kunci : Plastisin, Kognitif, Anak Usia Dini, Keterampilan Motorik Halus, PAKEM dan Hands On Activity Permasalahan yang diangkat dari penelitian ini adalah belum berkembangnya aspek kgonitif motorik halus anak dalam mengenal pembentukan plastisin. Hal ini disebabkan anak belum bisa fokus, anak mudah bosan, anak tidak tertarik, anak kurang terlibat aktif, kegiatan pembelajaran yang dilakukan kurang beragam dan bervariasi, pembelajaran menggunakan media plastisin sehingga upaya pemecahan masalah menggunakan kombinasi model PAKEM, Hands On Activity dan Metode Demonstrasi. Tujuan penelitian untuk mengembangkan aktivitas guru, anak dan hasil perkembangan kognitif serta motorik halus anak melalui kegiatan bermain plastisin. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) dilaksanakan 2 kali pertemuan. Setting penelitian TK Aisyiyah Bustanul Athfal 1 Banjarmasin berjumlah 13 orang anak (5 orang perempuan, 8 orang laki-laki). Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi penilaian perkembangan kognitif. Indikator keberhasilan aktivitas guru berhasil jika mencapai kriteria “ sangat baik “. Aktivitas anak rata-rata kelas dengan persentase 100% kategori sangat aktif dan hasil perkembangan minimal 80% dan mencapai berkembang sesuai harapan (BSH) dan berkembang sangat baik (BSB). belum mencapai keberhasilan ≥80%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan kombinasi model PAKEM, Hands On Activity dan Metode Demonstrasi dapat mengembangkan aktiivitas guru, aktivitas anak dan hasil perkembangan kognitif dan motorik halus anak sesuai dengan indikator keberhasilan yang ditetapkan. Disarankan bagi kepala sekolah, guru dan peneliti selanjutnya dapat menjadi bahan masukan dan informasi untuk memilih model pembelajaran

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI