DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PERILAKU TEKNIS CAMPURAN BENTONIT– KITOSAN YANG DIPADATKAN SEBAGAI BAHAN DASAR CLAY LINER | |
| PENGARANG | : | TAUFIK HIDAYAT | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2023-01-26 |
Campuran pasir, bentonite, dan polimer sebagai material penghalang limbah (clay
liner) telah banyak digunakan. Hanya saja, polimer yangdigunakan adalah polimer
sintetis. Perlu usaha untuk menggunakan polimer dari bahan alami terutama limbah
yang tidak digunakan,salah satunya adalah kitosan. Kitosan merupakan ekstrak
dari kulit binatang berkulit keras seperti udang, kepiting, atau sisik ikan. Kitosan
dapat digunakan sebagai sumber material alami yang mempunyai karakteristik yang
baik, seperti dapat terbiodegradasi, tak beracun dan dapat mengabsorpsi logam
berat.
Penelitian ini bertujuan menguji penggunaan kitosan sebagai bahan dasarclayliner
yang dicampur dengan bentonite. Sebelum dicampur dengan bentonite, kitosan
aktifkan pada larutan 2% (v/v) acidic acid. Kitosan dan bentonite dengan ratio
tertentu (yaitu 2 dan 4%) ditambahkan ke dalam larutan dan diaduk selama 2 jam.
Campuran ditambahdengansodiumtripolyphosphate100mldan diaduk selama 4
jam. Campuran tersebut dicuci dengan aquades sampai pH 7 dan dikeringkan di
oven 60C. Material ini diuji sifat fisik dan kimianya denganuji FTIR, uji SEM, uji
XRF, dan uji XRD. Untuk melihat pengaruhnya terhadap sifat teknisnya, selain
plastisitasnya, sampel dipadatkan dengan berat volume kering 1.6t/m3pada kadar
air 10% dan diuji permeabilitas danunconfined compression test.
Hasilujikimiawi seperti FTIR, SEM, dan XRD memperlihatkan adanya reaksi
antara bentonit dan kitosan. Terbentuknya puncak baru pada hasil uji XRD dan
FTIR memperlihatkan adanya senyawa atau gugus baru pada komposisi kimia
sampel. Disamping itu, hasil SEM juga memperlihatkan peningkatan besar kluster
sampel dengan bertambahnyakitosan.Pada ujiatterberg limit test, sampel dengan
kadar campuran yang lebih tinggi mendapatkan nilai batas cair (PI) yang semakin
tinggi yaitu sebesar 404,39 %.Semua sampel dengan persentasekitosan 2%, 4%,
dan 6% tersebut memenuhi persyaratan permeabilitas (k <1x10-7cm/s), Sehingga
sampel dengan kitosan 2% sudah cukup efektif jika dipakai untuk lapisanclay liner
pada TPA.Hasil uji Kuat Tekan Bebas didapatkansemakin bertambahnya kadar
kitosan, maka nilai kuat tekan bebas (qu) mengalami peningkatan.Nilai (qu) terus
bertambahhingga pada kadar campuran kitosan 6%, nilainya menjadi 0.134686496
kg/cm2.
Kata kunci: bentonite, kitosan,clay liner, permeabilitas.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI