DIGITAL LIBRARY



JUDUL:EFISIENSI PEMASARAN IKAN LAUT SEGAR DI PELABUHAN PERIKANAN BATULICIN KABUPATEN TANAH BUMBU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
PENGARANG:SISKAWATI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2023-01-29


ABSTRAK

Siskawati. 2022. Efisiensi Pemasaran Ikan Laut Segar di Pelabuhan Perikanan Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan. Pembimbing: Prof.Dr. Hj. Emmy Lilimantik, S.Pi., M.P; Dr. Hj. Erma Agusliani, S.Pi., M.P.

 

          Fasilitas pelabuhan perikanan yang sangat berperan penting untuk pemasaran adalah Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Pelabuhan Perikanan Batulicin tidak ada aktivitas pelelangan karena kondisi fasilitas TPI rusak berat dan belum optimal berjalannya regulasi retribusi pelelangan  melalui PERDA No 6 Tahun 2021. Hal ini menyebabkan terbentuknya sistem pemasaran sendiri antar lembaga pemasaran yang menggantikan fungsi pelelangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi Pelabuhan Perikanan Batulicin terhadap pemanfaatan fasilitas Pelabuhan Perikanan Batulicin untuk kegiatan pemasaran ikan, dan menganalisis efisiensi pemasaran dilihat dari pola saluran pemasaran, bagian harga yag diterima oleh pedagang (margin pemasaran) dan bagian harga yang diterima oleh nelayan (farmer’s share).

          Penelitian dilaksanakan di Pelabuhan Perikanan Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder  yang  didapatkan dari berbagai sumber serta instansi terkait gambaran penelitian. Total responden dalam penelitian ini sebanyak 65 orang yang terdiri dari 26 orang nelayan kapal pengangkut, menggunakan  metode accidental sampling, 39 pedagang  menggunakan metode snowball sampling. Analisis data menggunakan analisis efisiensi pemasaran dengan melihat saluran pemasaran, margin pemasaran, dan farmer’s share.

          Hasil penelitian menunjukan bahwa fasilitas Pelabuhan Perikanan Batulicin merujuk pada PermenKP Nomor Per.08/Men/2012 adalah fasilitas pokok 62,5% kondisi baik, 12,5% kondisi rusak berat, 25% fasilitas tidak ada. fasilitas fungsional 47% kondisi baik, 6% kondisi rusak berat, 6% rusak, 41% fasilitas tidak tersedia. Fasilitas penunjang 57% kondisi baik, 14% kondisi rusak, 29% fasilitas tidak tersedia. Terdapat 7 tipe saluran pemasaran, yang panjang. Margin pemasaran pada komoditi ikan tongkol dan ikan layang yang paling tinggi pada nelayan kapal pengangkut sebesar Rp 17.250 pada saluran pemasaran tipe VI dan Rp. 16.700,- pada saluran pemasaran tipe V. Farmer’s share komoditi ikan tongkol dan ikan layang  tertinggi terdapat pada saluran pemasaran tipe III dengan nilai 37,93 % dan 39,87%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kondisi fasilitas Pelabuhan Perikanan Batulicin Merujuk Pada PermenKP Nomor Per.08/Men/2012 adalah kurang layak serta sangat perlu perbaikan dan pembangunan fasilitas untuk menunjang fungsi kepelabuhanan. Berdasarkan analisis saluran pemasaran, margin pemasaran, farmer’ share dapat disimpulkan pemasaran di Pelabuhan Perikanan tidak efisien.

 

Kata kunci: Pelabuhan Perikanan, Lembaga Pemasaran, Saluran Pemasaran,                 Efisiensi Pemasaran        

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI