DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PERTUMBUHAN LONGKIDA (Nauclea orientalis L) DENGAN PEMBERIAN TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT (TKKS) PADA REKLAMASI PASCATAMBANG BATUBARA
PENGARANG:CATUR CAHYADI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2023-02-01


RINGKASAN

Catur Cahyadi.2022.Pertumbuhang Longkida (Nauclea orientalis L) Dengan Pemberian Tandan Kosong kelapa Sawit (TKKS) Pada Reklamasi Pascatambang Batubara. Pembimbing : Prof. Dr. Ir. H. Yudi Arifin, M.Sc ;Dr. Ir. Fakhrur Razie, M.Si; Prof. Akhmad Rizalli Saidy, S.P., M.Ag.Sc., Ph.D.

 

 

Penambangan batubara secara terbuka (open pit) yang dilakukan dengan memindahkan  seluruh lapisan penutup baik itu tanah pucuk (topsoil) dan batuan yang berada di atas endapan batubara (overburden) mengakibatkan perubahan bentang alam yang besar, akibatnya hutan yang berada di atasnya dengan segala fungsinya juga ikut hilang yang menyebabkan gangguan habitat biologi berupa flora dan fauna, serta menurunnya produktivitas tanah. Kegiatan reklamasi dilakukan untuk  upaya peningkatan kualitas lahan dan perbaikan lahan bekas tambang. Peraturan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor: P. 60/MENHUT-II/2009 tentang pedoman penilaian keberhasilan reklamasi hutan bahwa reklamasi hutan adalah usaha untuk memperbaiki atau memulihkan kembali lahan dan vegetasi yang rusak agar dapat berfungsi secara optimal sesuai peruntukannya. Ketentuan P.4/Menhut-II/2011 tentang pedoman reklamasi hutan, pasal 23(4) jenis tanaman yang dipilih untuk reklamasi diarahkan pada penanaman jenis tumbuhan asli, yaitu jenis tanaman lokal yang sesuai dengan iklim dan kondisi tanah setempat.  Untuk dapat memenuhi persyaratan reklamasi perusahaan pertamabangan menerapkan konsep agroforestri jumlah spesies tanaman lokal sebanyak minimal 40% dan spesies tanaman pokok sebagai pionir sebanyak 60%.

Nilai pH tanah yang ideal untuk semua jenis tanaman pangan, perkebunan dan hortikultura di Indonesia adalah antara 6 sampai dengan 7 (Subaedah 2018). Kondisi tanah yang asam dan ketidak cukupan topsoil menjadi masalah hampir seluruh perusahaan pertambangan dalam melaksanakan kegiatan reklamasi. Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) merupakan potensi lokal yang dapat digunakan untuk meningkatkan nilai pH tanah yang akan berpengaruh pada kesuburan tanah dan meningkatkan pertumbuhan tanaman.

Tanaman longkida merupakan tanaman lokal yang dapat beradaptasi dan tumbuh dilahan kritis reklamasi pascatambang batuabara,  pemberian 15 kg TKKS memberikan pengaruh yang significant dalam meningkatkan pertumbuhan longkida yang terlihat pertumbuhan tinggi batang 160 %, pertumbuhan diameter batang 421 % dan pertumbuhan jumlah daun 489 % dalam 6 bulan awal.

 

KataKunci:pertambangan,reklamasi hutan,pascatambang, lahan kritis, tandan kosong kelapa sawit, longkida

 

 

SUMMARY

Catur Cahyadi.2022. Growth of Longkida (Nauclea orientalis L) By Providing Empty Palm Oil Bunches (EFB) in Post-Coal Mining Reclamation . Supervisor : Prof. Dr. Ir. H. Yudi Arifin, M.Sc ;Dr. Ir. Fakhrur Razie, M.Si; Prof. Akhmad Rizalli Saidy, S.P., M.Ag.Sc., Ph.D.

 

 

Open pit coal mining which is carried out by removing all overburden, both topsoil and rock above the coal deposits (overburden), results in major changes in the landscape, as a result the forest above it with all its functions also disappeared causing disturbance of biological habitats in the form of flora and fauna, as well as decreased soil productivity. Reclamation activities are carried out to improve land quality and repair of ex-mining land. Regulation of the Minister of Forestry of the Republic of Indonesia Number: P. 60/MENHUT-II/2009 concerning guidelines for assessing the success of forest reclamation that forest reclamation is an attempt to repair or restore damaged land and vegetation so that they can function optimally according to their designation. Provision P.4/Menhut-II/2011 concerning guidelines for forest reclamation, Article 23(4) The types of plants selected for reclamation are directed at planting native plant species, namely local plant species that are suitable for the local climate and soil conditions. To be able to meet the reclamation requirements, the mining company applies the concept of agroforestry with a minimum number of local plant species of 40% and 60% of staple plant species as pioneers.

The ideal soil pH value for all types of food, plantation and horticultural crops in Indonesia is between 6 to 7 (Subaedah 2018). Acidic soil conditions and insufficient topsoil are a problem for almost all mining companies in carrying out reclamation activities. Oil Palm Empty Bunches (EFB) is a local potential that can be used to increase soil pH value which will affect soil fertility and increase plant growth.

Longkida plant is a local plant that can adapt and grow in critical land reclamation after coal mining, giving 15 kg of EFB has a significant effect in increasing the growth of longkida which can be seen from stem height growth of 160%, stem diameter growth of 421% and leaf number growth of 489% in 6 months

beginning..

 

Keywords: mining, forest reclamation, post-mining, critical land, longkida, empty oil palm bunches

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI