DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | MODIFIKASI PAKAN SEGAR KAYU APU (Pistia stratiotes L.) UNTUK PERBANYAKAN AGENS PENGENDALI HAYATI Spodoptera pectinicornis (Lepidoptera: Noctuidae) | |
| PENGARANG | : | LYSWIANA APHRODYANTI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2023-02-25 |
Pemanfaatan serangga S. pectinicornis untuk mengatasi permasalahan gulma kayu apu (Pistia stratiotes L.) merupakan pengendalian yang ramah lingkungan. Metode yang dapat digunakan adalah augmentasi yaitu melepaskan sejumlah besar agens pengendali hayati yang memiliki kebugaran saat populasinya di lapang cenderung rendah. Bagian dari program augmentasi tersebut adalah pemeliharaan dan perbanyakan massal. Perbanyakan massal S. pectinicornis dengan pakan tumbuhan kayu apu cukup menyulitkan, karena membutuhkan ruang dan wadah pemeliharaan yang besar baik untuk pemeliharaan kayu apu dan pemeliharaan S. pectinicornis. Berdasarkan permasalahan kelimpahan gulma kayu apu maka perlu dikaji mengenai populasi S. pectinicornis di lapang. Selain itu, kebugaran S. pectinicornis diketahui masih rendah dan penyediaan pakan yang kurang efesien untuk perbanyakannya. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan memodifikasi pakan untuk meningkatkan kandungan nutrisinya melalui perlakuan pemupukan NPK dengan berbagai takaran dan pengembangan bentuk sediaan pakan yang lebih baik. Selanjutnya dilakukan kajian terhadap kemampuan merusak atau efektivitasnya terhadap gulma target. Tujuan dari penelitian ini yaitu 1) menganalisis populasi S. pectinicornis pada gulma kayu apu di lapang, 2) menganalisis pengaruh takaran pupuk NPK terhadap kandungan nutrisi kayu apu, 3) menganalisis pengaruh takaran pupuk NPK dengan bentuk sediaan terhadap peri kehidupan S. pectinicornis, 4) menganalisis pengaruh takaran pupuk NPK dengan bentuk sediaan pakan terhadap kebugaran S. pectinicornis, 5) menganalisis kemampuan merusak S. pectinicornis hasil perbanyakan pada pakan kayu apu yang diberi perlakuan takaran pupuk NPK dengan bentuk sediaan pakan.
Penelitian ini terdiri dari kegiatan penelitian lapang untuk pengamatan populasi S. pectinicornis pada sepuluh lokasi perairan yang terinfestasi gulma kayu apu. Penelitian terhadap kebugaran dan kemampuan merusak S. pectinicornis dilakukan pada Laboratorium Pengendalian Hayati dan Rumah Kaca Entomologi dan Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Prodi Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat. Penelitian berlangsung sejak bulan Nopember 2020 - Juni 2022.
Hasil pengamatan pada gulma kayu apu menunjukkan adanya gejala kerusakan pada bagian daun akibat gigitan serangga. Hal tersebut memberikan petunjuk keberadaan serangga S. pectinicornis di lapang. Berdasarkan pengamatan visual dan perhitungan individu pada stadia telur, larva, prapupa, pupa dan imago yang didapatkan dari pengumpulan sampel kayu apu bahwa kerusakannya disebabkan oleh aktivitas makan larva S. pectinicornis dan jumlahnya relatif masih rendah, sehingga belum mampu mengimbangi populasi gulma kayu apu di lapang. S. pectinicornis selalu ada pada habitat yang terinfestasi gulma kayu apu dan perhitungan jumlah individu S. pectinicornis diketahui berfluktuasi namun secara umum dapat dinyatakan bahwa jumlah larva relatif rendah yaitu < 3-5 individu per individu kayu apu.
Takaran pupuk NPK meningkatkan nilai nutrisi pada kayu apu pada parameter N, P, K, Fe, berat kering, kadar karbohidrat (by difference) dan kadar serat. Sedangkan parameter yang mengalami penurunan nilai adalah kadar air dan kadar lemak. Interaksi pupuk NPK dengan bentuk sediaan pakan dapat meningkatkan berat pupa S. pectinicornis. Takaran pupuk NPK meningkatkan peri kehidupan S. pectinicornis pada parameter jumlah konsumsi pakan dan berat pupa. Sedangkan parameter yang mengalami penurunan nilai adalah umur larva, umur pupa, dan lama hidup larva-imago. Bentuk sediaan segar memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan sediaan olahan pada berat larva, jumlah konsumsi pakan, berat pupa, dan jumlah telur. Sedangkan, pada parameter umur larva, umur pupa, dan lama hidup larva-imago memiliki nilai yang lebih rendah. Perlakuan kombinasi terbaik takaran pupuk NPK dan bentuk sediaan berdasarkan kemampuan bertahan hidup serangga S. pectinicornis adalah 15 g pupuk NPK/20 L air pada sediaan pakan segar dan 20 g pupuk NPK /20 L air pada sediaan pakan segar dan olahan. Interaksi takaran pupuk NPK dengan bentuk sediaan pakan meningkatkan indeks kebugaran S. pectinicornis berupa standarized insect index (SII) dan fitness index (FI).
S. pectinicornis yang dipelihara dan diperbanyak dengan modifikasi pakan kayu apu dengan perlakuan takaran pupuk NPK 15 g/20 L air pada sediaan pakan segar dan 20 g pupuk NPK/20 L air pada sediaan pakan segar dan olahan memiliki kemampuan merusak yang sangat tinggi (?90%). Hal tersebut juga memberikan pembuktian bahwa larva S. pectinicornis yang dipelihara dengan pakan yang dimodifikasi yaitu dengan perlakuan pemberian pupuk NPK 20 g/20 L air dalam bentuk sediaan olahan memberikan memiliki kemampuan merusak yang tidak berbeda dengan pemeliharaan secara konvensional. Larva diketahui dapat menyebabkan kayu apu kehilangan kemampuan regenerasi karena selain merusak organ vegetatif berupa daun juga merusak organ perkembangbiakan generatifnya sehingga akhirnya dapat menyebabkan kematian
Walaupun diketahui ada keterkaitan yang erat antara pemupukan kayu apu dengan peningkatan kandungan nutrisi namun hal tersebut merupakan proses yang tidak terbentuk secara langsung. Berdasarkan hal tersebut maka diharapkan ada suatu metode agar nutrisi tersebut dapat diserap secara langsung oleh kayu apu sehingga pemanfaataan nutrisinya lebih optimal.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI