DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PEMBUATAN, KARAKTERISASI, DAN KAJIAN DEGRADABILITAS BIOPOT DARI TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT (TKKS) | |
| PENGARANG | : | JAKA DARMA JAYA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2023-02-27 |
Biopot adalah pot yang terbuat dari bahan dasar organik yang berpotensi digunakan sebagai alternatif media tanam ramah lingkungan menggantikan pot plastik yang umum digunakan dalam kegiatan pertanian. Salah satu keunggulan biopot adalah kemudahannya terdegradasi di lingkungan sehingga dapat mengurangi penumpukan limbah plastik pasca pertanian seperti yang terjadi pada penggunaan pot atau polibag plastik. Hal ini dikarenakan biopot terbuat dari serat hidrokarbon alami yang mudah diuraikan oleh mikroorganisme endogen di lingkungan. Kajian untuk menemukan bahan baku biopot baru (novel material) yang sesuai dan memiliki kelimpahan besar terus dilakukan oleh para peneliti. TKKS adalah salah satu bahan baku yang belum banyak diteliti dan berpotensi digunakan sebagai bahan baku biopot.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengkaji pembuatan biopot dari TKKS menggunakan metode thermopressing; (2) Mengkaji pengaruh sodium alginat dan kaolin pada pembuatan biopot dari TKKS (3) Memperoleh data karakteristik biopot dari TKKS ditinjau dari sifat fisik, mekanik, morfologi dan struktur biopot; dan (4) Menguji degradabilitas biopotdari TKKS.
Penelitian ini diawali dengan persiapan dan karakterisasi material TKKS yang meliputi analisis kadar air, kadar minyak, dan kadar lignoselulosa bahan. Selanjutnya dilakukan pembuatan biopot dari TKKS dengan penambahan sodium alginat dan kaolin dengan 9 formulasi berbeda. Pembuatan biopot dilakukan dengan menggunakan metode thermopressing pada suhu 150ºC selama 5 menit. Selanjutnya dilakukan karakterisasi biopot yang meliputi sifat fisik (kadar air, densitas, daya serap air, Kolorimetri dan sudut kontak), sifat mekanik (Ultimate tensile strength dan elongation at break). Analisis struktur dan morfologi biopot dilakukan melalui analisis FTIR, XRD dan SEM. Kajian biodegradabilitas biopot dilakukan melalui analisis pengurangan berat dan perubahan warna.
Berdasarkan penelitian diketahui bahwa TKKS berhasil digunakan sebagai serat penguat (reinforcement) pada pembuatan biopot dengan penambahan sodium alginat dan kaolin sebagai matriks melalui proses thermopressing pada suhu 150ºC selama 5 menit. Sodium alginat dan kaolin yang ditambahkan dengan konsentrasi yang berbeda pada pembuatan biopot memberikan pengaruh terhadap kualitas biopot, ditinjau dari sifat fisik dan mekanik biopot. Ditinjau dari sifat biopot, diketahui bahwa penambahan sodium alginat berpengaruh terhadap peningkatan kadar air, daya serap air dan densitas biopot. Sedangkan penambahan kaolin berpengaruh terhadap penurunan kadar air, penurunan daya serap air dan peningkatan densitas biopot. Berdasarkan hasil analisis sudut kontak, diketahui bahwa biopot K00S15 dan K25S15 yang mengandung 15% sodium alginat membentuk sudut hidrofilik, sedangkan biopot lainnya membentuk sudut hidropobik. Karakterisasi mekanik biopot menunjukkan bahwa semakin tinggi kandungan sodium alginat dan kaolin dalam bahan menjadikan biopot lebih kuat dan elastis dengan nilai UTS dan elongation at break yang lebih tinggi. Kadar air biopot secara signifikan berkorelasi positif dengan parameter daya serap air 15 menit (r = 0,773) dan daya serap air 30 menit (r = 0,868). Kadar air secara signifikan berkorelasi negatif dengan sudut kontak (r = -0,843). Di sisi lain, densitas atau kerapatan biopot secara signifikan berkorelasi positif dengan sifat tensile biopot yang meliputi nilai UTS (r = 0,837) dan elongation at break (r =0.706) yang berarti semakin tinggi densitas biopot maka semakin tinggi kekuatan dan elongation at break biopot.
Hasil analisis SEM menunjukkan bahwa spesimen biopot yang mengandung sodium alginat yang lebih tinggi (K00S15, K25S15 dan K50S15) mempunyai permukaan lebih halus dan rapat, mengindikasikan infiltrasi matrik ke dalam filler lebih baik dibandingkan dengan biopot dengan kandungan sodium alginat lebih rendah. Degradasi biopot setelah 10 minggu penguburan mencapai 29,96%. Penambahan kaolin dan sodium alginat dapat meningkatkan kerapatan biopot, sehingga mengurangi interaksi biopot dengan air dan mikroba pengurai, sehingga mampu menekan proses degradasi.
Penentuan produk terbaik menggunakan metode Bayes menunjukkan bahwa biopot K50S15 adalah biopot terbaik dengan nilai tertinggi sebesar 6,37, disusul oleh biopot K50S10. Adapun pada peringkat ke-3 terdapat 2 (dua) biopot yang memiliki nilai sama tinggi sebesar 5,26 yaitu biopot K50S05 dan K25S10.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI