DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Representasi Kekuasaan dalam Tindak Tutur di Pengadilan Agama Banjarmasin | |
| PENGARANG | : | Rika Rahmawati | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2023-03-27 |
Penelitian ini dilakukan atas dasar beberapa pertimbangan. Pertama, kekuasaan hakim dalam sidang di pengadilan lebih dominan dibandingkan dengan pihak lain seperti jaksa, pembela, penggugat, dan tergugat, sehingga tindak tutur dalam sidang di pengadilan berpusat kepada hakim. Kedua, penelitian kekuasaan dalam tindak tutur di Pengadilan Agama masih dinilai tabu.
Pendekatan yang digunakan ialah pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi kekuasaan dalam tindak tutur peserta sidang di Pengadilan Agama Banjarmasin. Teknik pengumpulan data ialah teknik observasi dan teknik simak. Data penelitian ini berupa tuturan-tuturan peserta sidang. Sumber data penelitian ini ialah sidang perkara.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan, representasi kekuasaan dalam tindak tutur di Pengadilan Agama Banjarmasin, terdapat lima jenis tindak tutur, yaitu: (1)tindak tutur asertif; (2)tindak tutur direktif; (3)tindak tutur komisif; (4)tindak tutur deklaratif; dan (5)tindak tutur ekspresif. Lima jenis tindak tutur tersebut merepresentasikank ekuasaan legitimasi, kekuasaan kepakaran, kekuasaan kharisma, kekuasaan paksaan, dan referent power. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi ilmu pengetahuan dan sebagai bahan ajar dalam pembelajaran bahasa.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI