DIGITAL LIBRARY



JUDUL:AKTUALISASI CIVIC SKILLS SEBAGAI WUJUD PEDULI LINGKUNGAN LAHAN BASAH PADA MASYARAKAT BANTARAN SUNGAI KELURAHAN SUNGAI MIAI
PENGARANG:RIKO NAUFAL PEBRIANTO
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2023-05-22


ABSTRAK

 

Riko Naufal Pebrianto. 2023. Aktualisasi Civic Skills Sebagai Wujud Peduli Lingkungan Lahan Basah pada Masyarakat Bantaran Sungai Kelurahan Sungai Miai. Skripsi. Program Studi Pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan, Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) FKIP Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing (1) Wahyu.

Kata kunci: Aktualisasi, Civic Skills, Bantaran Sungai

 

Masalah pokok dalam penelitian ini adalah rendahnya keterampilan kewarganegaraan yang dimiliki masyarakat bantaran sungai Kelurahan Sungai Miai,masyarakat memiliki kesadaran dan motivasi yang rendah dalam hal kepedulian tehadap kebersihan lingkungan sungai. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui aktualisasi Civic Skills sebagai wujud peduli lingkungan lahan basah pada masyarakat bantaran sungai Kelurahan Sungai Miai dengan empat indikator meliputi Organisasi, Komunikasi, Pengambilan Keputusan, dan Berpikir Kritis.

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan tahap pemilihan data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang didapat pada aktualisasi aspek Civic Skills sebagai wujud peduli lingkungan lahan basah pada masyarakat bantaran sungai Kelurahan Sungai Miai: (1) Aspek Organisasi dapat dilihat dengan pertemuan antarwarga yang membahas mengenai lingkungan pada Kelurahan Sungai Miai dilakukan melalui musyawarah perencanaan pembangunan dan musyawarah bulanan yang dihadiri oleh perwakilan RT dan RW beserta pihak kelurahan (2) Aspek Komunikasi dapat dilihat dari komunikasi vertikal masyarakat dengan menyampaikan keluhan atau masalah mereka kepada RT dan komunikasi horizontal berupa ajakan atau himbauan dari sesama masyarakat untuk membersihkan lingkungan bantaran sungai (3) Aspek Pengambilan keputusan dapat dilihat dengan kegiatan gotong royong untuk menjaga lingkungan bantaran sungai masih dilakukan oleh masyarakat walaupun tidak secara rutin (4) Aspek Berpikir kritis dapat dilihat dengan masyarakat mengetahui bahwa masalah pencemaran lingkungan di bantaran sungai merupakan efek dari perilaku masyarakat itu sendiri yang tidak menjaga lingkungan. Disarankan Pemerintah dan Masyarakat bantaran sungai hendaknya meningkatkan kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan yang dalam hal ini terutama wilayah bantaran sungai. Pemerintah juga perlu memberikan tindakan bagi kegiatan pertambangan yang memberikan dampak buruk bagi lingkungan. Pemerintah harus meningkatkan Fasilitas serta sumber daya yang dikerahkan baik dari segi kualitas dan kuantitas demi menuntaskan permasalahan lingkungan.

 

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI