DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | MODEL DAYA DUKUNG HABITAT DAN NUTRISI SUMBER PAKAN BEKANTAN (Nasalis larvatus) DI TAMAN WISATA ALAM PULAU BAKUT | |
| PENGARANG | : | AHDIYAKA JAYASUKMA PRIBADI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2023-05-29 |
Bekantan (Nasalis larvatus) telah mengalami penurunan populasi sebanyak 50-80% dalam kurun waktu 36-40 tahun terakhir. Bekantan merupakan salah satu jenis primata yang selektif terhadap pakannya. Saat sumber pakan hampir habis, bekantan akan mencari sumber pakan lain yang rendah gizi untuk dimakan. Hal ini akan menimbulkan beberapa akibat yaitu menurunnya kondisi kesehatan, kelaparan yang dapat menyebabkan gangguan terhadap pertumbuhan dan perkembangbiakan bekantan, kematian, penurunan populasi, bahkan kepunahan. Perhatian terhadap bekantan di Taman Wisata Alam Pulau Bakut yang relatif kurang jumlahnya, mendorong dilakukannya penelitian ini. Tujuanyangingindicapai dari penelitian iniyaitu mengoptimalkan daya dukung habitat bekantan di Taman Wisata Alam Pulau Bakut, dan menganalisis nutrisi sumber pakan bekantan di Taman Wisata Alam Pulau Bakut. Penelitian ini menggunakan teknik focal animal sampling untuk pengamatan pola harian bekantan dan analisis geospasial berbasis Leaf Area Index (LAI) untuk membuat model optimasi daya dukung habitat bekantan, ssedangkan analisis nutrisi sumber pakan bekantan menggunakan uji proksimat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Taman Wisata Alam Pulau Bakut diprediksi akan mencapai daya dukung optimum pada tahun 2033, yaitu pada saat populasi bekantan mencapai 727 ekor berdasarkan model Leaf Area Index, dan parameter ruang pengembaraan (homerange). Pada tahun 2033 diprediksi akan menjadi tahun terakhir dimana jumlah bekantan masih mencukupi di Pulau Bakut.Hasil analisis proksimat menunjukkan sumber pakan bekantan di Taman Wisata Alam Pulau Bakut memiliki kandungan nutrisi dengan persentase air dan karbohidrat yang tinggi dan sesuai dengan kebutuhan bekantan. Tanaman yang paling dominan dikonsumsi oleh bekantan adalah pucuk daun muda dari pohon rambai (Sonneratia caseolaris) karena memiliki kandungan air, protein dan karbohidrat yang tinggi. Relokasi habitat bekantan diperlukan jika jumlah populasi bekantan yang berada di Taman Wisata Alam Pulau Bakut sudah penuh (overload) mengingat status konservasi dan ekologi bekantan (Nasalis larvatus) yang sangat tergantung pada habitat dan ketersediaan makanannya.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI