DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PRODUKTIVITAS JARING INSANG TETAP (SET GILL NET) YANG DIOPERASIKAN PADA PERAIRAN RAWA DI DESA TAMBAK BARU ULU KECAMATAN MARTAPURA KABUPATEN BANJAR PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
PENGARANG:MUHAMMAD THAHA YASIN
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2023-05-30


ABSTRAK

Muhammad Thaha Yasin Program Studi Perikanan Tangkap, Produktivitas Jaring Insang Tetap (Set Gill Net) yang Dioperasikan pada Perairan Rawa di Desa Tambak Baru Ulu Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan dibawah bimbingan Dr. Erwin Rosadi, S.Pi, M.Si sebagai ketua pembimbing dan Siti Aminah, S.Pi, M.Si sebagai anggota pembimbing.

 

            Jaring insang tetap adalah suatu jenis alat tangkap yang tergolong jaring insang (gill net) dalam hal alat penangkapan ikan yang ada di Indonesia. Dari semua jenis gill net, penulis mengambil alat tangkap ikan tradisional yang biasanya digunakan oleh masyarakat Kalimantaan Selatan yaitu Jaring Insang Tetap (set gill net) yang bisa ditancapkan atau sebutan lainnya adalah rengge. Tujuan dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan alat tangkap jaring insang tetap (set gill net), menganalisis komposisi dan proporsi ikan yang tertangkap pada jaring insang tetap (set gill  net), menganalisis ukuran dan berat ikan hasil tangkapan jaring insang tetap (set gill net) dan menganalisis produktivitas jaring insang tetap (set gill net) yang dioperasikan di perairan rawa. Metode yang digunakan adalah metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jaring insang tetap (set gill net) yang dioperasikan terdiri dari badan jaring, tali ris atas, pemberat dan tiang bambu. Badan jaring mempunyai panjang 20 m, lebar 1,5 dan 2 m serta mempunyai ukuran mesh size berukuran 1¼ dan 1½ inchi. Selain itu, tali ris mempunyai ukuran Panjang 25 m dengan berdiameter 0,1 cm, pemberat berbentuk gelang yang berdiameter 7,5 cm dengan berat 5 gram dan tiang turus mempunyai Panjang 250 cm.Hasil tangkapan jaring insang tetap (Set Gill Net) di tempat penelitian oleh penulis yang didapat adalah Betok (Anabas testudineus),  Betutu (Oxyeleotris marmorata), Gabus (Channa striata), Hampala (Hampala macrolepidota), Ketoprak (Pristolepis fasciatus), Lampam (Puntius schwanefeldi), Lampok (Kryptopterus limpok), Lundu (Macrones gulio), Nilem (Ostechilus Sp.), Seluang Ping-Ping (Parachela hypophthalmus), Senggaringan (Macrones microcanthus), Sepat Rawa (Trichogaster trichopterus), Sepat Siam (Trichogaster pectoralis), Siamis (Parachela oxygastroides), Tambakan (Helestoma temminckii),  dan Toman (Ophiocephalus micropeltes). Hasil proporsi hasil tangkapan menunjukkan bahwa Ikan Nilem (Ostechilus Sp.) memiliki presentase terbesar sebanyak 39,17% yang artinya memiliki presentase terbanyak. Ukuran dan berat dominan dari hasil tangkapan antara lain adalah Ikan Nilem (Ostechilus Sp.) yang tertangkap mempunyai 204 ekor, ukuran 10-19,3 cm dan 6.961 g. Ikan Seluang Ping-Ping (Parachela hypophthalmus) yang mempunyai 92 ekor, ukuran 12,4-19,9 cm dan berat 2.320 g. Ikan Lampam (Puntius schwanefeldi) yang tertangkap berjumlah 54 ekor, ukuran mulai dari 9,9-27,8 cm dan berat 2.269 g. Dan terakhir Ikan Ketoprak (Pristolepis fasciatus) yang tertangkap 52 ekor, ukuran 8-13,8 cm dan berat 1.319 g. Produktivitas jaring insang tetap (set gill net) di Desa Tambak Baru Ulu selama 10 hari adalah 1.272,517.

 

Kata Kunci: Produktivitas, Komposisi, Proporsi, Tambak Baru Ulu, Kalimantan Selatan

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI