DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PEMETAAN TINGKAT KERAWANAN BENCANA TANAH LONGSOR BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) DI DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) SATUI PROVINSI KALIMANTAN SELATAN | |
| PENGARANG | : | I PUTU ANDRE HEHANOSA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2023-07-03 |
Kegiatan eksploitasi di lereng bukit seperti penebangan dan pemanfaatan lereng, serta pertambangan merupakan faktor yang mempengaruhi perubahan bentang alam dan menyebabkan bencana tanah longsor. Bencana tanah longsor yang terjadi dapat mengakibatkan kerugian dan kerusakan yang besar seperti kerusakan infrastruktur bangunan rumah, jalan, dan lahan pertanian. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk memetakan dan menganalisis tingkat kerawanan tanah longsor di Daerah Aliran Sungai (DAS) Satui Provinsi Kalimantan Selatan. Dengan memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG) dapat melakukan analisis untuk cakupan wilayah yang luas seperti DAS. Metode yang digunakan adalah overlay (tumpang susun) dari parameter yang mempengaruhi terjadinya bencana tanah longsor yaitu curah hujan, kemiringan lereng, penggunaan lahan, jenis batuan, dan jenis tanah. Hasil dari penelitian ini diperoleh tingkat kerawanan rendah (1%) dengan luas sebesar 628,99 hektar, tingkat kerawanan sedang (66%) dengan luas sebesar 57.456,65 hektar, dan tingkat kerawanan tinggi (33%) dengan luas sebesar 28.416,30 hektar. Tingkat kerawanan yang tinggi berada di bagian hulu dan tengah DAS. Tingginya tingkat kerawanan tanah longsor di DAS Satui dipengaruhi oleh faktor curah hujan yang lebih dari 311 mm/bulan, tingkat kemiringan lereng yang sangat curam, dan penggunaan lahan pertambangan.
Kata Kunci : DAS Satui, Kerawanan Longsor, Sistem Informasi Geografis (SIG)
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI