DIGITAL LIBRARY



JUDUL:ANALISIS FINANSIAL CABANG USAHATANI TOMAT DI DESA TELAGA LANGSAT KECAMATAN TELAGA LANGSAT KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN
PENGARANG:NOORHALIMAH
PENERBIT:FAKULTAS PERTANIAN
TANGGAL:2019-01-23


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyelenggaraan cabang usahatani
tomat, mengetahui besarnya biaya, penerimaan, pendapatan dan keuntungan yang
diterima oleh petani dalam berusahatani tomat dan untuk mengetahui kendala yang
dihadapi petani dalam penyelenggaraan cabang usahatani tomat di Desa Telaga
Langsat Kecamatan Telaga Langsat Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
Penelitian mengambil lokasi di Desa Telaga Langsat karena wilayah tersebut
merupakan salah satu daerah sentra tomat di Kecamatan Telaga Langsat. Penelitian
ini dilaksanakan dari bulan Juni 2018 sampai dengan September 2018, dimulai dari
persiapan, pengumpulan data, pengolahan data dan penyusunan laporan. Jenis data
yng digunakan dala penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder.
Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (Purposive). Wilayah
yang dipilih adalah Desa Telaga Langsat Kecamatan Telaga Langsat Kabupaten Hulu
Sungai Selatan. Dipilih wilayah ini sebagai tempat penelitian dikarenakan wilayah ini
merupakan sentra usahatani tomat di Kecamatan Telaga Langsat. Selanjutnya untuk
penentuan sampel dilakukan dengan menggunakan metode Proportionated Random
Sampling pada semua kelompok tani yang ada di Desa Telaga Langsat dengan jumlah
populasi sebanyak 116 orang diperoleh petani responden 30 orang.
Hasil penelitian menunjukkan penyelenggaraan cabang usahatani tomat yang
dilakukan oleh petani responden di Desa Telaga Langsat meliputi pengolahan tanah,
penyemaian, penanaman, pemasangan ajir, perawatan tanaman dan panen.
Sedangkan, biaya eksplisit yang dikeluarkan petani responden dalam cabang
usahatani tomat sebesar Rp 7.560.172,- per usahatani atau sebesar Rp 50.401.149,
per hektar dan untuk biaya implisit sebesar Rp 3.137,100,- per usahatani atau
Rp20.914.000,-per hektar. Sehingga total biaya yang dikeluarkan selama
mengusahakan cabang usahatani tomat adalah sebesar Rp10.697.272,- per usahatani
atau Rp 71.315.149,- per hektar. Diketahui produksi rata-rata cabang usahatani tomat
sebesar 5.248.333 kg per usahatani atau 34.988.889 kg per hektar. Sehingga dari
produksi tersebut penerimaan yang diperoleh petani sebesar Rp 34.530.000,- per
usahatani atau sebesar Rp 230.200.000,- per hektar. Diketahui juga pendapatan yang
diperoleh petani yaitu sebesar Rp 26.969.728,- per usahatani atau Rp179.798.851,
per hektar. Maka nilai rata-rata keuntungan yang diperoleh oleh petani
Rp23.832.728,- per usahatani atau sebesar Rp158.884.851,- per hektar. Dalam hal ini
maka dapat disimpulkan bahwa cabang usahatani tomat yang diusahakan
menguntungkan. Permasalahan atau kendala yang dihadapi oleh petani tomat di Desa
Telaga Langsat adanya serangan hama penyakit tanaman yaitu kutu kebul, ulat
grayak, layu dan busuk buah serta minimnya modal dalam pengadaan biaya sarana
produksi

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI