DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | TINGKAT SERAPAN FOSFAT (PO4) DAN SELENIUM (Se) OLEH TANAMAN MELATI AIR (Echinodorus Palaefolius ) DAN GENJER (Limnocharis Flava) PADA SISTEM FLOATING WETLAND | |
| PENGARANG | : | Aditya Kumara Putra | |
| PENERBIT | : | FAKULTAS TEKNIK | |
| TANGGAL | : | 2019-01-24 |
ABSTRAK
Sungai kerukan merupakan salah satu sungai yang terdapat di Provinsi Kalimantan Selatan. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan pada sungai kerukan memiliki konsentrasi fosfat (PO4) sebesar 1,930 mg/L dan selenium (Se) sebesar 0,627 mg/L. Berdasarkan Peraturan Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan No. 05 Tahun 2007 Tentang Baku Mutu Air Sungai, Air Sungai Kerukan diatas baku mutu fosfat (PO4) 0,2 mg/L dan selenium (Se) 0,05 mg/L. Salah satu alternatif pengolahan yang murah, mudah dan efektif dapat menggunakan sistem floating wetland untuk menurunkan konsentrasi fosfat (PO4) dan selenium (Se) pada air sungai kerukan dengan mengaplikasikan tanaman hiperakumulator. Penelitian ini menggunakan tanaman Melati Air dan Genjer yang ditanam dengan jarak 15 cm x 15 cm di reaktor floating wetland dengan sistem kontinyu menggunakan air sungai kerukan sebagai objek penelitian. Sampel diambil pada hari ke 5, 10 dan 15 hari untuk dianalisis kandungan fosfat (PO4) dan selenium (Se) dengan metode spektrofotometri. Hasil penelitian menunjukan penyerapan fosfat (PO4) tertinggi pada Genjer dengan rerata konsentrasi sebesar 24657.21 ppm dan Melati Air sebesar 15164.60 ppm. Penyerapan selenium (Se) oleh tanaman Melati Air dan Genjer < 0.02 ppm. Waktu penyerapan fosfat (PO4) paling besar terjadi pada hari ke 15 dengan total rerata penyerapan fosfat (PO4) pada tanaman Melati Air sebesar 45.02 % dan Genjer sebesar 44.65 %.
Kata Kunci: Melati Air, Genjer, Fosfat (PO4), Selenium (Se) dan Floating Wetland
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI