DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PENGARUH MASA SIMPAN MADU KELULUT DAERAH TELAGA LANGSAT, PELAIHARI TERHADAP KUALITAS MADU BERDASARKAN
PENGARANG:IIS KARNIA
PENERBIT:FAKULTAS KEHUTANAN
TANGGAL:2019-01-24


RINGKASAN
IIS KARNIA Pengaruh Masa Simpan Madu Kelulut (Trigona sp) Asal
Daerah Telaga Langsat, Pelaihari Terhadap Kualitas Madu Berdasarkan Standar
Nasional Indonesia (SNI). Dibimbing oleh Siti Hamidah, S.Hut, M.P dan Ir. H. Gt.
A.R Thamrin, M.P.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas madu kelulut pada berbagai
masa simpan tahun 2016 (A1), 2017 (A2), 2018 (A3). Parameter yang diteliti yaitu
enzim diastase, hidroksimetilfurfural (HMF), gula pereduksi, keasaman dan kadar
air. Hasil pengujian kualitas madu ditetapkan berdasarkan Standar Nasional
Indonesia (SNI) 01-3545:2013.
Hasil pengujian kualitas madu kelulut (Trigona sp) sampai dengan masa
simpan 2 tahun semakin baik jika ditinjau dari kadar gula pereduksinya Madu A1
(2016) 67,2%. Madu A2 (2017) 66,5%, dan madu A3 (2018) 60,7% dan aktivitas
enzim diastase madu A1 (2016) 6,72 DN, Madu A2 (2017) 5,42 DN, dan madu A3
(2018) 3,36 DN . Kadar Hidroxymetilfurfural (HMF) Madu A1 (2016) sangat tinggi
yaitu 404 mg/kg, sedangkan madu A2 (2017) dan madu A3 (2018) = 0 mg//kg.
Madu kelulut baik yang masih segar maupun yang telah disimpan sampai umur 2
tahun tidak dapat memenuhi standar SNI untuk kadar air dan keasamannya. Madu
kelulut terlalu encer (>30%) dan terlalu asam (>50 ml NaOH/Kg).
Kata kunci: Lebah Trigona Sp., Madu Kelulut, Kualitas Madu, SNI-3545

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI