DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Perbandingan Remisi Molekular pada Pasien Chronic Myeloid Leukemia dengan Pengobatan Imatinib dan Nilotinib | |
| PENGARANG | : | FARIZAN HASYIM PRATHAMA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2019-01-28 |
ABSTRAK
Prognosis pasien Chronic Myeloid Leukemia (CML) sangat tergantung pada pengobatan Tyrosine Kinase Inhibitor (TKI), yaitu imatinib dan nilotinib yang bekerja berkompetisi dengan ATP pada ATP binding site pada gen BCRABL. Nilotinib memiliki afinitas untuk ATP binding site lebih tinggi 30-50 kali in vitro dibandingkan dengan imatinib. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan remisi molekular antara pemberian imatinib dan nilotinib, dan untuk mengetahui perbedaan penurunan kadar transkrip BCR-ABL antara pemberian imatinib dan nilotinib pada pasien CML. Penelitian ini menggunakan rancangan kohort retrospektif. Sebanyak 39 data pasien CML didapatkan dari RSUD Ulin Banjarmasin dan Klinik Global Farma Banjarmasin yang memenuhi kriteria inklusi. Variabel bebasnya adalah terapi TKI imatinib dan nilotinib. Variabel terikatnya adalah remisi molekular dan kadar transkrip BCR-ABL. Variabel perancu adalah kepatuhan meminum obat, usia, dan jenis kelamin Hasil uji regresi logistik multivariat menunjukkan bahwa nilotinib berhubungan dengan peningkatan tercapainya remisi molekular dibandingkan dengan imatinib (RR 4,83, 95%Cl 1,06-21,90, p = 0,04). Uji regresi linier menunjukkan bahwa nilotinib cenderung meningkatkan penurunan transkrip BCR-ABL lebih banyak dibandingkan dengan imatinib (koefisien regresi 5,24, 95%Cl -11.99-22.47, p = 0,54), tetapi hubungan ini tidak bermakna secara statistik. Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan remisi molekuler yang bermakna antara pemberian imatinib dan nilotinib pada pasien CML. Sementara itu, tidak terdapat perbedaan penurunan kadar transkrip BCR-ABL yang bermakna antara pemberian imatinib dan nilotinib pada pasien CML.
Kata-kata kunci: remisi molekular, transkrip BCR-ABL, imatinib, nilotinib, Chronic Myeloid Leukemia.
ABSTRACT
The prognosis in patients with Chronic Myeloid Leukemia (CML) is highly dependent on the treatment with Tyrosine Kinase Inhibitors (TKI), i.e. imatinib and nilotinib which compete with ATP for ATP binding site in the BCR-ABL gene. Nilotinib has 30-50 times higher affinity in vitro for the ATP binding site compared to imatinib. The aim of this study was to assess the difference in molecular remission between imatinib and nilotinib, and the difference in reduction of BCR-ABL transcript levels between imatinib and nilotinib in CML patients. This study used retrospective cohort design. A total of 39 CML patient data were obtained from RSUD Ulin Banjarmasin and Klinik Global Farma Banjarmasin that met the inclusion criteria. The independent variable was TKI treatment with imatinib and nilotinib. The dependent variable was molecular remission and BCR-ABL transcript levels. Confounding variables were medication adherence, age, and gender. The results of multivariate logistic regression analysis showed nilotinib was associated with the increase in molecular remission compared with imatinib (RR 4.83, 95% Cl 1.06-21.90, p = 0.04). Analysis with linear regression indicated that nilotinib tended to increase the reduction of BCR-ABL transcript level compared with imatinib (regression coefficient 5.24, 95%Cl -11.99-22.47, p = 0.54), but this relationship was not statistically significant. It can be concluded that there was a significant difference in molecular remission between imatinib and nilotinib in CML patients. Meanwhile, there was no significant difference in the reduction of BCR-ABL transcript levels between imatinib and nilotinib in CML patients.
Keywords: molecular remission, BCR-ABL transcripts, imatinib, nilotinib, Chronic Myeloid Leukemia.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI