DIGITAL LIBRARY



JUDUL:EFEK FOTOPROTEKTIF EKSTRAK KELAKAI (Stenochlaena palustris) PADA TIKUS (Rattus norvegicus) YANG DIRADIASI SINAR ULTRAVIOLET Tinjauan Terhadap Indeks Eritema dan Kadar Hidrogen Peroksida
PENGARANG:Sanjaya Halim
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2019-01-28


Radiasi UV dapat menyebabkan stres oksidatif pada sel yang ditandai dengan lesi eritema pada kulit serta peningkatan jumlah reactive oxygen species (ROS). Indeks eritema adalah parameter untuk melihat perubahan eritema pada kulit. Hidrogen peroksida (H2O2) adalah senyawa ROS non radikal yang dihasilkan akibat paparan UV. Tanaman kelakai (Stenochlaena palustris) diketahui memiliki aktivitas antioksidan yang dapat mengurangi dampak akibat paparan UV. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek fotoprotektif ekstrak kelakai pada kulit tikus jantan (Rattus norvegicus)yang diberi paparan radiasi UV. Tikus dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan yaitu p0 yang tidak diberi perlakuan, p1 yang diberi paparan UV, p2 yang diberi ekstrak kelakai, dan p3 yang diberi ekstrak kelakai dan diberi paparan UV. Ekstrak kelakai diberikan dengan dosis 4 mg/cm2. Paparan UV C diberikan selama 24 jam. Hasil penelitian ini didapatkan rata-rata indeks eritema adalah p0 (3,6890), p1 (7,3757), p2 (4,4237), p3 (5,1872), dan rata-rata kadar H2O2 adalah p0 (11,294), p1 (24,292), p2 (11,205), p3 (19,559). Hasil analisis statistik menunjukan diantara p3 dan p1 terdapat penurunan yang bermakna (p < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa ekstrak kelakai memiliki efek fotoprotektif yang dapat menurunkan indeks eritema dan kadar H2O2 pada kulit tikus (Rattus norvegicus) yang diradiasi sinar UV C selama 24 jam.

Kata-kata kunci: ultraviolet, eritema, hidrogen peroksida, kelakai

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI