DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PENGARUH JENIS KEMASAN TERHADAP KARAKTERISTIK SENSORI, KADAR AIR, DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KOPI PENGARON BUBUK SELAMA PENYIMPANAN | |
| PENGARANG | : | RIZWINA APRILITA | |
| PENERBIT | : | FAKULTAS PERTANIAN | |
| TANGGAL | : | 2019-01-30 |
Kopi pengaron merupakan kopi jenis robusta yang tumbuh liar di pegunungan
sekitar kecamatan Pengaron, kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Kopi pengaron
bubuk sendiri dijual secara curah di pasar-pasar tradisional Kabupaten Banjar. Kopi
pengaron bubuk dijual di tempat terbuka tanpa kemasan, dan akan dikemas sesuai
permintaan dengan kemasan plastik gula (LDPE) jika sudah ada calon konsumen yang
ingin membeli. Penjualan secara terbuka ini dapat menurunkan mutu dari kopi
pengaron bubuk itu sendiri, karena kopi bubuk memiliki tingkat sensitifitas yang tinggi
terhadap kadar air lingkungan. Kadar air yang tinggi akan menyebabkan aroma tengik
serta tekstur yang menggumpal pada kopi bubuk, kemudian akan menyebabkan
perubahan rasa pada saat di seduh. Ketengikan pada kopi terjadi karena reaksi antara
lemak yang terdapat dalam kopi dengan udara yang ada pada kemasan. Kopi yang
memiliki kadar air tinggi akan memiliki rasa apek yang cukup kuat. Untuk mengurangi
penurunan mutu, kopi pengaron bubuk dapat dikemas menggunakan kemasan yang
tertutup.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kemasan terbaik untuk kopi
pengaron bubuk yang dapat mempertahankan karakteristik sensori serta kadar air dan
aktivitas antioksidan yang stabil selama penyimpanan pada suhu 45°C. Metode yang
digunakan selama penelitian adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 kali
ulangan yang terdiri dari 1 faktor, yaitu 4 jenis kemasan. Bahan kemasan tersebut
adalah plastik LDPE sebagai kontrol (B1), plastik PP (B2), aluminium foil berlaminasi
(B3), dan aluminium foil (B4).
Kopi pengaron dikemas dengan 4 jenis kemasan dengan ukuran 60 g dan
disimpan selama 30 hari di dalam inkubator dengan suhu 45°C dengan kelembaban
70% dan dilakukan pengamatan selama 3 hari sekali terhadap kopi pengaron bubuk
dan 10 hari sekali terhadap kopi pengaron seduh. Pengamatan yang dilakukan pada
kopi pengaron bubuk berupa kadar air dan uji skoring terhadap aroma, tekstur, serta
warna kopi. Sedangkan pada kopi pengaron seduh dilakukan pengamatan aktivitas
antioksidan dan uji skoring terhadap aroma, rasa khas kopi, rasa asam, rasa apek,
warna, serta kekentalan. Analisis data yang digunakan yaitu regresi kubik dan ANOVA
serta DMRT untuk analisis kadar air dan aktivitas antioksidan. Adapun untuk uji
skoring terhadap kopi pengaron bubuk maupun seduh menggunakan Kruskal Wallis
yang dilanjutkan dengan uji Multiple Comparisons (Post Host Test).
Selama penyimpanan dari hari ke-0 sampai hari ke-30 kopi pengaron bubuk
mengalami penurunan mutu pada segi aroma dari beraroma khas kopi hingga beraroma
tengik dan tektur dari tidak ada gumpalan hingga menggumpal mencapai 40%, serta
pada segi rasa pada kopi pengaron seduh dari memiliki rasa khas kopi yang kuat hingga
hampir hilang serta munculnya rasa asam dan apek. Kadar air selama penyimpanan
dari hari ke-0 sampai hari ke-30 mengalami perubahan yang konsisten tetapi tidak
melebihi dari SNI untuk kopi bubuk yaitu 7% sementara kadar air kopi pengaron bubuk
selama penyimpanan berkisar antara 1.23-2.87%. Sedangkan untuk aktivitas
antioksidan mengalami penurunan hingga akhir masa penyimpanan tetapi masih berada
di atas 70% yaitu berkisar antara 75.16-85.80%.
Dari hasil pengamatan didapatkan bahwa kemasan terbaik yang dapat
mempertahankan kadar air, aktivitas antioksidan, serta sensori kopi pengaron bubuk
selama penyimpanan adalah kemasan aluminium foil dan kemasan laminasi. Hal ini
didasarkan pada kemampuan mempertahankan karakteristik sensori hingga akhir masa
penyimpanan serta dapat memperlambat laju penurunan kadar air dan aktivitas
antioksidan.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI