DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PEMETAAN POTENSI ENERGI LISTRIK DARI BIOGAS LIMBAH CAIR HASIL PENGOLAHAN Crude Palm Oil (CPO) DI KALIMANTAN SELATAN
PENGARANG:DICKY WAHYU PRATAMA
PENERBIT:FAKULTAS PERTANIAN
TANGGAL:2019-01-30


DICKY WAHYU PRATAMA. Pemetaan Potensi Energi Listrik dari Biogas Limbah
Cair Hasil Pengolahan Crude Palm Oil (CPO) di Kalimantan Selatan dibawah
bimbingan Udiantoro dan Lya Agustina.
Ketersediaan energi listrik merupakan aspek yang sangat penting dan bahkan
menjadi suatu parameter untuk mendukung keberhasilan pembangunan suatu daerah.
Pengelolaan sumber daya energi listrik yang tepat dan terarah dengan jelas akan
menjadikan potensi yang dimiliki suatu wilayah berkembang dan termanfaatkan secara
optimal.
Limbah hasil pegolahan Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit banyak
mengandung senyawa organik dan anorganik. Senyawa organik yang dikandung lebih
mudah mengalami perombakan oleh bakteri baik secara aerob maupun anaerob
dibandingkan senyawa anorganiknya. Secara alami gas metana dihasilkan pada kolam
kolam pengolahan limbah cair Pabrik Kelapa Sawit (PKS). Limbah cair yang
ditampung di dalam kolam-kolam terbuka akan melepaskan gas metan (CH4) dan
karbon dioksida (CO2). Kedua gas ini merupakan emisi gas penyebab efek rumah kaca
yang berbahaya bagi lingkungan. 
Selama ini, kedua gas tersebut dibiarkan saja menguap ke udara. Berdasarkan
penelitian, limbah cair kelapa sawit termasuk sumber energi alternatif (biogas) yang
besar konversinya yaitu sebesar 20 m3 biogas/m3 limbah cair. Sehingga apabila
dikonversi menjadi energi (listrik) akan didapatkan sekitar 6 kWh/ m3 biogas. 
 
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui potensi energi listrik berbasis
renewable energy dari Pabrik Kelapa Sawit (PKS) khususnya limbah cair (POME =
Palm Oil Mill Effluent) yang di miliki Provinsi Kalimantan Selatan untuk memenuhi
kebutuhan pasokan energi listrik alternatif di Provinsi Kalimantan Selatan, sekaligus
diharapkan dapat menjadi sumber informasi tambahan untuk melihat sebaran potensi
energi pada PKS yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan.
Penelitian ini dilakukan dengan metode pengumpulan data di Dinas Perkebunan
Provinsi Kalimantan Selatan untuk mengetahui jumlah produksi CPO dan limbah cair
yang dihasilkan agar dapat dihitung potensi energi thermal yang kemudian dikonversi
menjadi energi listrik. Hasil dari perhitungan potensi energi listrik dari masing-masing
perusahaan kemudian dimasukkan ke dalam peta Kalimantan Selatan sesuai dengan
lokasi dari masing-masing PKS.
Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa potensi energi yang dihasilkan paling
besar untuk pabrik kelapa sawit ada pada PT. Pamina Utama sebesar 123.1502514
Mwe yang terletak di Kabupaten Banjar. Kabupaten yang memiliki potensi energi
listrik terbesar adalah Kabupaten Kotabaru yaitu sebesar 522.0335718 Mwe yang
dihasilkan oleh 11 PKS yaitu PT. Tapian Nadenggan I, PT. Tapian Nadenggan II, PT.
Bersama Sejahtera Sakti, PT. Laguna Mandiri, PT. Langgeng Muara Makmur, PT.
Paripurna Swakarsa, PT. Swadaya Andika, PT. Bumi Raya Investido, PT. Alam Raya
Kencana Mas, PT. Sawita Karya Manunggal dan PT. Persona Lintas Surasejati.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI